SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Akrab dengan Warga, Tak Jarang Kumisnya Jadi Rebutan

  • Reporter:
  • Senin, 26 Maret 2018 | 12:34
  • Dibaca : 251 kali
Akrab dengan Warga, Tak Jarang Kumisnya Jadi Rebutan
Seorang ibu menyentuh kumis Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat berkunjung ke Karimun pekan lalu. /HUMAS PEMPROV KEPRI

Mulai subuh Nurdin Basirun menjalankan aktivitasnya sebagai Gubernur Kepri, tak heran ia begitu akrab dengan masyarakat. Saking akrabnya, beberapa warga tak segan menyentuh, bahkan memelintir kumis orang nomor satu di Kepri itu.

FADHIL, Karimun

Lima perempuan pejalan kaki itu menelusuri pinggiran jalan di Kawasan Parit Rampak, Karimun, pekan lalu. Botol air minum diselempangkan di badan, masing-masing tangan menggenggam parang.

Sempat geger. Semakin dekat, tidak terlihat mereka akan berbuat jahat di jalanan, di sela obrolan mereka selama perjalanan sesekali tertawa. Semakin dekat melihat sekelompok perempuan rata-rata berusia 45 tahun itu, nampaknya mereka hendak ke kebun.

Memastikan itu aman, tanpa komando, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menghentikan laju mobilnya, yang saat itu ia sedang menjalankan aktivitasnya sebagai Gubernur di kabupaten yang pernah ia pimpin itu.

Pintu mobil dibuka, Nurdin langsung turun dan menghampiri lima perempuan pejalan kaki itu.

“Eh, Nordin, dah lama na tak jumpa,” kata seorang ibu, kental logat Melayunya.

Gubernur Nurdin memang akrab disapa Nordin, tanpa embel-embel pak, tau bahkan menyertakan jabatannya sebagai Gubernur. Tampak begitu akrab, satu persatu menyalami, dari kejauhan mereka sempat mengobrol, tak tahu apa yang mereka bicarakan.

Sepertinya tidak begitu serius apa yang mereka bicarakan, sekelompok perempuan itu justru dengan terbuka bercerita dengan orang nomor satu di Kepri itu. Sesekali bahkan suasana pecah karena guyonan yang mereka sampaikan.

Sambil bercerita, tertawa, tiba-tiba seorang ibu mengangkat tangannya, sejurus kemudian mengarahkan ke wajah Nurdin. Ujung jarinya dikerucutkan dan mendaratkannya ke kumis Nurdin dan memelintirnya.

Tindakan seorang ibu itu bukan membuat Nurdin marah, justru membalasnya degan tawa, seketika empat ibu lainnya ikut tertawa. Bagitu akrabnya Gubernur Kepri dengan masyarakatnya.

Sikap Nurdin yang tak segan menjumpai masyarakat ini, bukan baru-baru ini saja, lama sejak ia sebagai Bupati Karimun dulu sudah ia lakukan. Tak heran ia dikenal sebagai sosok yang hangat.

Beberapa waktu lalu, ia sempat masuk ke dapur warga di pulau-pulau, itu semacam rutinitas kalau dia berkunjung. Menggiling cabe, memotong bawang, membelah kayu bakar, mengangkut air, mengupas kelapa dan lainnya sering dilakukan.

Kadang juga ikut memakal kapal, memasukkan es-es saat nelayan hendak melaut. Atau seketika ikut mendayung dalam suatu titik kunjungan adalah hal yang tidak canggung dilakukannya.

Dalam banyak kesempatan, dia selalu duduk di kedai kopi. Jika di masjid-masjid sudah menjadi semacam rutinitas saat menyerap aspirasi masyarakat. Atau pada beberapa acara keagamaan.

Bukan tanpa alasan Nurdin begitu, ia mengaku dengan cara-cara informal atau tidak resmi begitu, masyarakat lebih lepas menyampaikan apa yang mereka harapkan. Tanpa canggung masyarakat akan mengatakan apa yang mereka butuhkan sehingga menunjang aktivitas keekonomian masyarakat.

Seketika itu juga kadang diputuskan permintaan apa yang bisa diselesaikan. Beberapa di antaranya dibahas dalam rapat rutin setiap Senin sehingga bisa disejalankan apa yang bisa diberikan.

“Kalau di acara formal, mereka (masyarakat) kadang tak lepas menyampaikannya,” kata Nurdin.

Sikap informal ini malah sudah dihafal beberapa kelompok masyarakat. Terutama kaum ibu.

Bagi Nurdin aktivitas seperti itu mampu menyegarkan semangatnya untuk terus membuat Kepri semakin maju. Berpacu meningkatkan investasi, berharap regulasi yang mendukung pembangunan, memacu infrastruktur terus dilakukan.

Akhir Februari lalu mendapat restu Presiden Jokowi agar tujuh proyek strategis cepat berjalan. Proyek-proyek itu adalah Pembangunan Jembatan Batam Bintan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, Pengembangan dan Modernisasi Bandara Hang Nadim dan Pembangunan Batam LRT (Light Rapit Transit).

Bagi Nurdin ke Jakarta selalu dalam upaya mempercepat investasi dan mendapat regulasi-regulasi yang mendukung. Semuanya untuk memacu pembangunan.

“Ke pulau-pulau, selalu memperkuat silaturahmi, walaupun kumis dipelintir ibu-ibu,” ujarnya. ***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com