SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Batam Masih Butuh Honorer

  • Reporter:
  • Sabtu, 24 Agustus 2019 | 10:40
  • Dibaca : 194 kali
Batam Masih Butuh Honorer
ilustrasi

BATAMKOTA – Pemko Batam masih membutuhkan tenaga honorer, terutama tenaga guru dan kesehatan. Saat ini, pemerintah daerah dilarang merekrut tenaga honorer, dan bila kedapatan merekrut tenaga honorer terancam mendapat sanksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, sampai saat ini belum mengetahui pasti terkait pelarangan merekrut tenaga honorer. Namun ditegaskannya, tenaga honorer masih dibutuhkan Pemko Batam, terutama tenaga guru dan kesehatan.

“Bayangkan saja tenaga honorer untuk guru kita sekarang ini empat ribuan, kenapa terus kurang jumlah penduduk kita terus bertambah, lihat saja akte kelahiran di Batam setahun sekitar 35 ribuan,” ujarnya, Jumat (23/8).

Pihaknya akan tetap berkoordinasi denga pemerintah pusat terkait hal tersebut. Jika nantinya dilarang melakukan perekrutan tenaga honorer, Pemko Batam akan mengajukan pegawai kepada pusat. Karena untuk saat ini, menurut dia, Batam masih sangat membutuhkan tenaga honorer.

Kemudian terkait rencana penerimaan kembali Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Kota Batam, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Termasuk juga terkait jumlah kuota untuk penerimaan tahun ini, juga masih menunggu secara resmi keputusan dari pusat.

“CPNS masih belum, kami masih menunggu dari pusat,” kata Rudi

Sebagaimana diketahui, MenpanRB, Syafruddin mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak lagi merekrut tenaga honorer. Pemda yang tidak menurut akan kena sanksi dari Kemendagri.

Syafruddin tidak mempermasalahkan masih adanya tenaga honorer yang belum diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Para tenaga honorer tersebut akan dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Fokus KemenpanRB yakni meningkatkan kualitas ASN. Sebab, dari 4,3 juta ASN, yang baru mendapatkan gelar sarjana (S1 hingga S3) baru 50 persen. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan satu juta ASN unggul atau profesional untuk lima tahun ke depan.

“Saat ini, pemerintah baru memiliki sekitar 400 ribu ASN profesional,” katanya.

Sebelumnya, Pemko Batam mengajukan kuota penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2019 ini sebanyak 1.980 orang. Usulan itu terdiri dari 860 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 1.120 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), untuk memenuhi sejumlah formasi jabatan yang kosong.

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin mengatakan, untuk CPNS dibutuhkan 218 guru, 82 tenaga kesehatan, 69 tenaga kesehatan untuk RSUD Embung Fatimah, dan 491 tenaga teknis di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Sementara usulan untuk calon PPPK yakni guru sebanyak 774 orang, tenaga kesehatan 138 orang, tenaga kesehatan RSUD 76 orang, serta tenaga teknis di OPD lain sebanyak 128 orang.

“Jadi yang kami usulkan itu ada guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Harapan kami dapat dipenuhi sesuai usulan,” kata Jefridin. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com