SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bubarkan Balapan Liar, Pukul Remaja hingga Koma

  • Reporter:
  • Jumat, 28 Desember 2018 | 10:40
  • Dibaca : 574 kali
Bubarkan Balapan Liar, Pukul Remaja hingga Koma
ilustrasi

NONGSA – Dua oknum anggota Direktorat Sabhara Polda Kepri, Bripda MW dan Bripda RM yang memukul PR (15) hingga koma saat patroli di kawasan Batam Centre, Minggu (23/12) dini hari, ditahan petugas Propam Polda Kepri.

“Dua oknum anggota itu sudah ditahan di Dittahti (Direktorat Tahanan Titipan) Polda Kepri,” kata Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol I Gede Mega Suparwitha, Kamis (27/12).

Keduanya saat ini menjalani proses penahanan dan pemeriksaan internal Polda Kepri. Tak main main, pihaknya juga memeriksa komandan regu dari kedua pelaku untuk mengetahui persis kronologis kejadian sebenarnya.

“Jadi waktu kejadian mereka satu regu. Satu regu itu ada delapan personil, dan kami periksa Danrunya juga karena yang memimpin patroli itu,” ujarnya.

Keterangan yang didapat hingga saat ini, sambungnya, kejadian berawal saat personel Sabhara Polda Kepri melakukan patroli di kawasan Batam Centre, Minggu (23/12) dini hari. Pada saat itu tim patroli berniat untuk membubarkan kerumunan remaja yang sedang menggelar balapan liar.

“Jadi waktu kejadian, tim patroli ini hendak membubarkan kerumunan remaja tersebut dan remaja ini berhamburan,” katanya.

Korban Putra Reza juga termasuk dalam kerumunan remaja yang berhamburan ini. Nahasnya pada saat itu korban dipepet oleh dua oknum tersebut dengan motornya dan dipukul dengan menggunakan tongkat pemukul polisi atau tactical baton stick yang menyebabkan korban terjatuh dan terbanting. “Sangat disayangkan pada saat itu korban lari dan anggota mengejarnya hingga terjadi kejadian ini,” ujarnya.

Meski begitu, Polda Kepri tetap akan membantu proses penyembuhan korban dan akan minta bantuan untuk pembiayaan korban. “Kami tidak tinggal diam, Polda Kepri mencarikan dokter berkompeten dan Direktorat Sabhara juga berusaha memfasilitasi anak mendapatkan BPJS,” kata Made.

Tak Sadarkan Diri

Korban penganiayaan oknum anggota polisi, Putra Reza hingga kemarin masih saat tak sadarkan diri. Ia terbaring di ruang ICU lantai dua Rumah Sakit Santa Elisabet Batam Centre, dari mulut maupun hidung terpasang selang pernafasan dan selang untuk air minum. Tak hanya itu kedua mata putra masih ditutupi perban.

Di dalam ruangan, ayah angkatnya Elyas dan kakaknya Tino tampak sedih. Tak satupun kalimat terucap dari keluarga Putra, keduanya termenung lantaran memikirkan keselamatan Putra yang belum bisa juga sadarkan diri. “Polisi sudah menanggung semuanya. Cuma memang saat ini belum menemukan dokter spesialis untuk menangani Putra,” kata Elyas.

Meskipun dirundung kekhawatiran yang mendalam, Elias tampak lebih tenang dibandingkan dua hari yang lalu. Elias mengaku panik karena kebingungan mencari dokter spesialis dalam. Namun setelah mendapat informasi dokter sudah dapat, ia mulai tenang. “Kejadian kami belum tahu pasti. Tapi saya dapat informasi Minggu pagi jam 3,” katanya.

Elias bercerita, sebelum keluar rumah, korban izin keluar jalan-jalan. Namun, ia tak menyangka anaknya akan pergi ke Batam Center. Pasalnya, keluarga korban tinggal di kawasan Pantai Melayu, Jembatan IV Galang. “Tahu-tahu kami dihubungi polisi jam 3. Putra sudah di rumah sakit. Kami langsung ke rumah sakit,” ujarnya.

Ia pun tak mengerti bagaimana kejadian yang sebenarnya. Karena informasi yang ia dapat masih simpang siur. Namun, ia tak begitu mempermasalahkan, karena saat ini keselamatan korban yang paling penting. “Motornya yang dia pakai masih ada. Kami berharap Putra bisa cepat sembuh,” katanya sembari terduduk di depan ruang ICU.

Abang kandung korban, Tino terlihat paling shock. Dia tak banyak bicara. Bahkan tak kuat melihat adiknya terbaring. “Kami gak mau berspekulasi kejadiannya seperti apa. Yang jelas kami hanya berharap keselamatan adik. Semua biaya rumah sakit ditanggung polisi,” katannya

Sebelumnya, Komisi Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri mendesak kasus pemukulan seorang remaja yang diduga dilakukan oknum polisi ditindak tegas.

Komisioner KPPAD Kepri Erry Syahrial mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah advokasi untuk mendampingi remaja tersebut. Remaja berinisial PR (15) yang diketahui seorang pelajar itu, ungkap Erry, mengalami koma akibat penyumbatan pembuluh darah. Dia tengah dirawat di RSUD Embung Fatimah. Menurut Erry, saat KPPAD mengunjungi korban di RSUD Embung Fatimah, sejumlah anggota polisi tengah sibuk mengurus segala keperluan korban yang disiapkan untuk operasi.

“Berdasarkan keterangan orang tuanya, sang anak dipukul dua kali di bagian kepala dengan alat. Pukulan kedua membuat anaknya roboh kemudian koma,” ujar Erry.

Peristiwa pemukulan tersebut terjadi saat kepolisian tengah razia di alun-alun Engku Putri Batam Centre, Minggu (23/12) sekitar pukul 02.00. Gerombolan anak motor, salah satunya Putra, langsung bubar dan menggeber motornya dari lokasi. Nahas, PR diduga dipukul saat melarikan diri kemudian terjatuh. “Peristiwa ini jadi sorotan kami,” katanya.

Erry meminta proses hukum secara transparan. KPPAD melihat kondisi korban yang parah dan meminta proses hukum secara etik kepolisian dan pidana umum lainnya bisa dilakukan dengan adil. “Kami meminta oknum polisi tersebut diberikan sanksi yang berat,” jelas Erry. dicky sigit rakasiwi/agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com