SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Cuaca Ekstrem, Berkah Nelayan Kelong

  • Reporter:
  • Kamis, 10 Januari 2019 | 14:17
  • Dibaca : 174 kali
Cuaca Ekstrem, Berkah Nelayan Kelong

NATUNA – Cuaca ekstrem di Kabupaten Natuna selama sepekan membawa berkah bagi nelayan kelong di Kampung Sebala Desa Batu Gajah Kecamatan Bunguran Timur. Gelombang tinggi membawa ikan ke tepian pantai dan masuk ke perangkap ikan yang sudah dipasang nelayan.

“Kita cuma modal kayu sama jaring, perangkap jenis ini ikan mudah masuk tetapi tidak bisa keluar. Musim ini, ikan banyak masuk kelong,” kata Nelayan Kelong Sebala, Salimun, Rabu (9/1).

Ia mengatakan, nelayan tangkap yang biasa melaut di perairan Natuna beralih menjadi nelayan kelong dengan memasang perangkap di beberapa titik. Mereka harus mengeluarkan modal sebanyak Rp5-10 juta. Adapun ikan yang terperangkap seperti ikan manyok, sotong, lobster dan ikan karang.

“Penghasilan untuk satu kelong bisa mencapai Rp500 ribu sampai sejuta. Yang jelas agak lumayanlah. Kelong ini bisa tahan 3 sampai 4 tahun. Ini usaha sampingan kami saat musim angin kencang,” katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang meminta masyarakat mewaspadai gelombang tinggi. Terutama kepada para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar berhati-hati saat berlayar.

Kepala BMKG Tanjungpinang Dira Utama mengatakan, prakiraan cuaca Tanjungpinang dan Bintan dengan arah angin dari Barat-Utara dengan kecepatan angin 05-30 kilometer per jam, suhu 24-32°C, kelembapan udara 65-95 persen. Ketinggian gelombang signifikan Perairan Tanjungpinang, Batam dan Karimun mencapai 0,2-1,0 meter (m), Bintan dan Lingga menccapai 0,5-2,0 m, sedangkan Perairan Anambas dan Natuna 2,0-6,0 m.

“Peringatan dini waspadai potensi angin kencang di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Waspadai potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang secara tiba-tiba apabila ditemui awan hitam pekat atau awan cumulonimbus,” kata Dira.

Ia menyampaikan, waspadai ketinggian gelombang maksimum terutama di wilayah utara Kepulauan Anambas dan Natuna dapat mencapai 4,0-6,0 meter serta di perairan timur Bintan, Lingga hingga Tambelan yang dapat mencapai 2,0-2,5 meter. “Gelombang tinggi terdapat di wilayah Anambas dan Natuna, begitu juga di Bintan dan Lingga,” katanya.

Dengan kondisi itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat Kepri supaya berhati-hati dalam perjalanan, perhatikan atu lengkapi alat-alat keselamatan, pergunakan sebagaimana mestinya, pantau terus informasi resmi dari BMKG dan otoritas pelabuhan setempat. Ia meminta warga agar tidak mudah terpancing isu-isu atau berita hoaks yang tidak bertanggung jawab dan tetatp menjaga kondisi badan supaya tetap sehat dalam perjalanan.

“Waspada terhadap fenomena cuaca yang mudah berubah, semisal apabila terbentuk awan cumulonimbus agar dijauhi sebab apabila terbentuk di darat bisa menyebabkan puting beliung, hujan lebat, angin kencang dan petir. Apabila terbentuk di laut maka bisa menyebabkan waterspout (puting beliung), angin kencang dan gelombang tinggi secara tiba-tiba,” ujarnya. sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com