SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Diguyur Hujan, Batam Banjir Lagi

Diguyur Hujan, Batam Banjir Lagi
Pengendara nekat menerobos meski luapan air di jalan raya semakin tinggi. Foto Arrazy Aditya.

BATAM KOTA – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam membuat sejumlah kawasan terendam banjir, Kamis (30/3). Buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama permasalahan banjir yang terjadi beberapa tahun terakhir ini.

Tak hanya melanda kawasan langganan banjir seperti di Marina, Batuaji dan Sekupang. Banjir juga merendam jalan raya Simpang Kabil. Baru beberapa jam hujan deras turun, salah satu simpang terpadat di Batam itu terendam banjir hinga mencapai 30 centimeter.

Pengendara yang berusaha menerobos banjir terpaksa harus mendorong sepeda motor mereka, alhasil kemacetan panjang juga tak terelakkan. Pantauan KORAN SINDO BATAM, luapan air parit di belakang pos polisi lalu lintas Simpang Kabil menggenangi jalan raya. Persisnya di lengan jalur lambat dari arah Simpang Jam menuju Simpang Kabil atau samping pom bensin depan Perumahan Plamo Gargen.

Banjir setinggi lebih lutut orang dewasa membuat beberapa kendaraan mogok. Seperti yang menimpa tiga sepeda motor yang nekat menerobos banjir. Pengendara terpaksa terhenti di pom bensin guna memperbaiki sepeda motor. “Mogok mas tadi waktu menerobos banjir,” kata Andi, salah seorang pengendara. Saat melintasi di jalur lambat, dia melihat ada genangan air hujan dan berusaha menerobos. “Saya lewat saja, ternyata motor langsung terendam,” ungkapnya.

Pengendara lainnya, Wahyu mengatakan, banjir terjadi karena luapan air parit. Menurut dia, apabila parit tidak mampet, mungkin bisa menampung debit air yang masuk. “Parit tersumbat, lihat saja di sana, airnya sudah meluber jalan,” katanya.

Dia meminta Pemko Batam bisa membersihkan saluran drainase sebab banjir yang terjadi di kawasan tersebut sudah berulang kali terjadi. “Malu sama tamu yang datang ke sini. Apalagi ini jalan utama di Batam,” kata Wahyu.

Pemandangan serupa juga terjadi di Batuaji dan Sagulung. Seperti yang terjadi di depan Mako Brimob Polda Kepri dan Lapas Barelang. Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam daerah tersebut, dan membuat sejumlah pengendara roda dua dan empat harus berhati-hati saat melintas.

Sejumlah pengendara roda dua dan empat berusaha menerobos banjir melalui sisi kanan jalan yang genangan airnya tidak terlalu tinggi. Terlihat dua orang anggota Brimob turun ke depan berusaha mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. “Padahal hujannya tidak terlalu lebat dan tidak sampai dua jam, tapi banjirnya bisa setinggi ini,” kata anggota Brimob Polda Kepri, Rio.

Selain itu, parit di sekitar lokasi juga tidak mampu menampung bobot air yang begitu banyak. “Biasanya memang banjir, tapi tidak sedalam ini. Drainase di sekitar sini juga kecil, sehingga saat hujan meluap,” ujarnya.

Pengendara motor, Ika yang melintas juga mengaku kesulitan melewati banjir. Sepeda motor yang dikendarai juga sempat mengalami mogok setelah nekat menerjang banjir. Warga juga terpaksa menerobos banjir, karena tak ada jalan alternatif di kawasan itu. “Tadi mati beberapa menit, namun bisa hidup lagi,” kata Ika.

tengku bayu/muhammad arief rachman

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com