SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gelapkan Dana Desa Rp252 Juta, Kades Sawang Selatan Jadi Tersangka

  • Reporter:
  • Jumat, 3 Mei 2019 | 09:38
  • Dibaca : 171 kali
Gelapkan Dana Desa Rp252 Juta, Kades Sawang Selatan Jadi Tersangka
Kepala Desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur, Karimun, Sukiran saat ditetapkan sebagai tersangka pengelapan dana desa di Kejari Karimun, Kamis (2/5). f ricky

KARIMUN – Kejaksaan Negeri Karimun, menetapkan Kepala Desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur, Karimun, Sukiran sebagai tersangka, Kamis (2/5). Ia diduga melakukan penggelapan Dana Desa Sawang Selatan untuk keperluan pribadi.

Penetapan tersangka atas kasus penggelapan dana desa itu dilakukan Kejaksaan Negeri Karimun setelah melakukan penyelidikan selama empat bulan sejak Januari lalu. Pria 43 tahun itu langsung ditahan oleh penyidik di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun Ardiansyah mengatakan, dari hasil penyelidikan Kejaksaan Karimun, Sukiran telah menyelewengkan dana desa terhitung sejak tahun 2016 hingga akhir tahun 2018.

“Ia ditahan terkait penyalahgunaan dana desa, dimana sejak 2016 hingga 2018 menggelapkan uang untuk keperluan pribadinya,” ujar Andriansyah.

Andriansyah mengatakan, pihaknya melakukan penahanan sementara di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun selama 20 hari kedepan.

Dari keterangan Andriansyah, Kades tersebut menganggarkan kegiatan yang sebelumnya telah dianggarkan, tapi pelaksanaan kegiatan tidak dilaksanakan.

“Kegiatannya tidak terlaksanakan dianggarkan lagi tahun depan, padahal dananya sudah dipakai oleh dia,” kata Andriansyah.

Dari hasil penghitungan penyidik Pidsus Kejari Karimun, anggaran yang digelapkan oleh Kades tersebut sebesar Rp252 juta, sejak 2016 hingga 2018 akhir.

Andriansyah menerangkan, modus Kades tersebut dengan cara meminjam uang ke bendahara desa, sementara uang yang dipinjamnya tersebut tidak pernah dikembalikan.

“Sejak 2016 hingga 2018 uang tidak dikembalikan. Dia buat surat peminjaman untuk pribadi, sehingga bendahara berani untuk mencairkan,” katanya.

Terkait penangkapan itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, dirinya telah mendapatkan informasi terkait penangkapan itu. Menurutnya terkait kasus hukum yang menimpa salah satu kades tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun akan menyerahkan semuanya kepada proses hukum dan mengikuti azas praduga tak bersalah.

“Ini sudah sesuai prosedur hukum yang dijalani beliau, kita harapkan dia tabah dan menjalani proses hukum dengan baik. Untuk kasus korupsi kita tidak berikan bantuan hukum untuknya,” kata Rafiq saat ditemui di kediaman dinasnya, Kamis (2/5).

Rafiq mengatakan, pemerintah daerah sudah melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap kepala desa perihal pengelolaan dana desa.

“Kita sudah sampaikan di dalam rapat koordinasi dan evaluasi mengenai bagaimana pengelolaan dana desa yang baik, bahkan kita melakukan pendampingan. Selain itu mereka juga sudah melakukan MoU bersama TP4D untuk pengawalan proses pembangunan, namun ada kelalaian dan keteledoran dari salah satu desa ini sehingga terjadi perkara korupsi ini,” katanya.

Rafiq mengatakan, posisi Kepala Desa Sawang Selatan nantinya akan digantikan Sekretaris Desa atau Petugas Tapem yang akan ditunjuk langsung pemerintah daerah.

“Kita lihat proses hukum nantinya, apabila sudah inkrah akan diambil keputusan dan untuk jabatannya akan kita cabut,” katanya.

Dia berharap kepada seluruh perangkat desa untuk mengelola dana desa dengan baik sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Kita sudah melakukan pembinaan 3 kali setiap tahunnya. Bahkan pemerintah dari pusat turun ke desa- desa melakukan pembinaan serta juga adanya pendamping desa untuk melakukan pengawalan dana desa itu, lakukan lah dengan baik dengan sesuai aturan yang ada,”katanya.

ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com