SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hadirkan Sembilan Tersangka, Empat Kasus Diekspos Polisi

Hadirkan Sembilan Tersangka, Empat Kasus Diekspos Polisi
Kapolresta Barelang AKBP Hengki merinci kesembilan tersangka dalam ekspose kemarin di Mapolresta Barelang. Foto Arrazy Aditya.

BATAM KOTA – Sembilan tersangka dihadirkan aparat kepolisian dalam ekspos perkara di Mapolresta Barelang, Senin (15/5). Para tersangka ini merupakan pelaku dari beragam tindak kriminal, mulai dari pemerasan hingga penjambretan.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki merinci kesembilan tersangka tersebut merupakan pelaku dari kasus pemerasan, pencurian, begal dan jambret. “Tiga kasus diungkap oleh Polresta Barelang dan sisanya hasil pengungkapan Polsek Lubukbaja,” kata Hengki.

Pada kasus pemerasan, polisi menangkap dua pelaku yakni Endra Heryanto (37) dan Darmawan (44) pada Sabtu (13/5) sore. Dalam aksinya, kedua tersangka ini mengaku sebagai pegawai BPOM dan anggota BNN lalu memeras sejumlah toko obat serta apotek.

Penangkapan berdasarkan laporan pemilik Apotek Kalista di kawasan Puja Bahari, Jodoh. “Para pelaku menuduh pemilik apotek mengedarkan barang terlarang,” ujar Hengki.

Selain itu, Endra dan Darmawan juga mengancam akan menyebarkan berita tentang apotek tersebut melalui media massa. Merasa terancam, pemilik apotek kemudian menuruti permintaan keduanya yang meminta uang sebesar Rp3 juta.

“Korban lalu membuat laporan resmi dan kami kembangkan dan selidiki,” ujarnya.

Polisi kemudian mencium keberadaan Endra dan Darmawan di Perumahan Marina Park. Keduanya lantas dibekuk tanpa perlawanan. Barang bukti berupa satu mobil Toyota Avanza BP 1796 FM, satu lencana komunitas pemantau korupsi (KPK), satu lencana BNN, dua KTA BNN, dua badge wartawan Sorot News, empat stempel, dua borgol, dua pistol jenis airsoft gun dan dua ponsel ikut diamankan.

Keduanya terancam sembilan tahun penjara setelah penyidik mengenakan pasal 368 KUP.

Sementara, empat tersangka lainnya yakni Jery (19), Steven (19), Rn (17) dan Ae (17) merupakan pembegal yang sering beraksi di kawasan Marina City. Terakhir mereka merampas Honda Beat BP 3252 MM milik Dedi Irawan di depan Gedung Balai Pelatihan Kesehatan pada (9/5) malam.

“Otak komplotan yakni Rn kami tangkap saat akan menukar motor curian dengan salah seorang bandar narkoba di Simpang Dam,” kata Hengki.

Dari pengembangan, polisi kemudian meringkus pelaku lainnya di Kaveling Flamboyan dan Perumahan Fanindo, Batuaji. Dalam aksinya, komplotan begal ini tak segan melukai korbannya. Seperti yang dialami Dedi yang babak belur dihajar komplotan ini sebelum dirampas motornya.

Hengki menyatakan para pembegal tersebut akan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara sembilan tahun.

Pelaku kriminal lainnya yang juga dihadirkan dalam ekspos ini adalah Yusuf (38) dan Hari Arya (28). Keduanya adalah penjambret yang telah beraksi 25 kali di berbagai lokasi dan diringkus jajaran Polsek Lubukbaja.

Sulitnya ekonomi menjadi alasan Yusuf dan Hari berbuat kriminal. “Saya menganggur dan istri sedang hamil,” kata Yusuf.

Dia memilih menjambret karena harus dibebankan uang pelicin saat hendak bekerja kembali. Akhirnya, bersama dengan Hari, dia beraksi menggunakan motor matik serta menyasar perempuan yang mengendarai motor sendiri sebagai korbannya.

Yusuf dan Hari dijerat dengan pasal 365 KUHP dan terancam menghuni penjara selama 9 tahun.

Sedangkan tersangka terakhir adalah At. Dia harus berurusan dengan polisi setelah menabrak dua penjambret yang memecahkan kaca mobil miliknya. Sialnya, salah satu dari pelaku berinisial X tewas dan Ws pelaku lainnya mengalami luka ringan.

Peristiwa penjambretan itu terjadi pada Senin (15/5) dini hari di lampu merah depan Apartemen Harmoni, Nagoya. Saat itu, kedua pelaku memecahkan Toyota Camry yang dikendarai At dan kabur sambil membawa tas berwarna biru.

“At yang menjadi korban kemudian mengejar dan mendapati kedua pelaku di depan Hotel Mercure,” kata Kompol I Putu Bayu Pati,Kapolsek Lubukbaja yang mendampingi Hengki.

Tepat di lokasi itu, At menabrakkan mobil ke motor yang dikendarai X dan Ws. Keduanya terjatuh dan nahasnya X masuk ke kolong mobil lalu tewas setelah sempat terseret beberapa meter.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polresta Barelang karena pada kejadian ini terjadi tiga perkara yang menyertai yakni kecelakaan lalu lintas, tindak pidana dan narkoba.

Untuk narkoba ini, diduga At usai mengonsumsi narkoba dan juga menyebabkan seorang pelaku meninggal dunia. “Statusnya At sudah tersangka, tetapi kasus ini masih didalami di Polresta Barelang,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com