SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hakim Minta Diselesaikan Kekeluargaan

  • Reporter:
  • Rabu, 28 Februari 2018 | 17:22
  • Dibaca : 376 kali
Hakim Minta Diselesaikan Kekeluargaan

BANDUNG – Cicih, 87, janda veteran TNI AD, Suwanda Udin, yang digugat perdata sebesar Rp1.670.000.000 oleh em pat anaknya, kembali datang ke Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Bandung, Jalan RE Mar tadinata, Kota Bandung, untuk mengikuti sidang mediasi tahap dua, kemarin.

Cicih datang dengan di dampingi empat tergugat lainnya. Cicih yang mengenakan kerudung hitam dan baju muslimah dengan warna senada ini tampak tenang. Cicih berharap agar si dang mediasi kedua ini menghasilkan sebuah keputusan. “Ya siap, ini kan saya ibu kandung mereka juga.

Kenapa harus ga siap? Harapannya ya damai aja, kan sama anak saya juga. Jadi ya kenapa harus seperti ini,” ujar dia. Harapan serupa disampaikan kuasa hukum Cicih, Hotma Agus Sihombing. Dia berharap ada kesepakatan damai antara tergugat dan penggugat (em pat anaknya). Jika tidak, ini akan jadi preseden buruk di ma sya rakat khususnya di Kota Bandung.

“Saya berharap ke dua pihak berdamai,” kata Agus se belum sidang mediasi di mu lai. Sidang mediasi yang di pimpin hakim Sri Mumpuni digelar pukul 11.00 WIB. Tampak hadir pula pihak penggugat dan kuasa hukumnya, Tina Yulianti Gunawan. Hakim Sri Mumpuni akhir nya memutuskan per soalan itu diselesaikan secara musyawarah dan kekeluar gaan karena ini ma salah keluarga.

Anak ketiga nenek Cicih, Ayi Rusbandi yang juga menjadi penggugat, mengatakan, gugat an itu untuk mem batalkan jual beli lahan yang terjadi antara ibunya de ngan Iis.

“Kami hanya meng gugat jual beli tanah nya, itu yang kami gugat,” kata Ayi, seusai sidang mediasi. “Jual beli tanah 91 meter persegi itu tidak sesuai harganya. Kami me minta harga dasar per meter Rp10 juta. Tapi itu kan pena war an, bisa diomongin,” kata Ayi.

agus warsudi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com