SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hamas Terus Lanjutkan Perlawanan

  • Reporter:
  • Minggu, 17 Desember 2017 | 14:33
  • Dibaca : 200 kali
Hamas Terus Lanjutkan Perlawanan
Koran Sindo.

GAZA – Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh berjanji terus melawan pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Tekad itu diungkapkan setelah puluhan ribu rakyat Palestina berpawai di Gaza untuk memperingati 30 tahun berdirinya Hamas. Israel telah menutup perlintasan perbatasan dengan Gaza untuk merespons penembakan roket setiap hari dari Gaza sejak Presiden AS Donald Trump meng umumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember lalu.

Langkah AS itu memicu kecaman dari dunia. ”Kita akan memukul jatuh ke putusan Trump. Tak ada kekuatan super yang dapat memberikan Yerusalem kepada Israel, di sana tidak ada Israel yang dapat memiliki ibu kota bernama Yerusalem.

Jiwa kami, darah kami, putra-putra kami, dan rumah kami adalah pengorbanan untuk Yerusalem,” tegas Haniyeh di depan puluhan ribu orang di Kota Gaza pada Kamis (14/12) waktu setempat. Dia menambahkan, ”Kami berpawai menuju Yerusalem, mengorbankan jutaan syahid sepanjang jalan.”

Pesawat tempur Israel menyerang tiga fasilitas Hamas sebelum fajar setelah serangan roket dari Jalur Gaza. Jet tempur itu menargetkan kamp pelatihan dan gudang persenjataan Hamas. Hamas biasanya memindahkan fasilitas-fasilitas itu saat ketegangan perbatasan meningkat.

Dua roket ditembakkan oleh pejuang Hamas dan dapat dicegat sistem tameng rudal Israel yang disebut Kubah Besi. Roket ketiga meledak di wilayah terbuka di Israel selatan. Tidak ada laporankorbandarikeduapihak. Militer menyatakan, karena kondisi keamanan dan sesuai dengan penilaian keamanan, titik perlintasan barang utama Kerem Shalom dan perlintasan pejalan kaki Erez ditutup pada Kamis (14/12).

Tidak jelas hingga kapan penutupan itu dilakukan. Sekitar 15 roket telah ditembakkan ke Israel selatan sejak pengumuman Trump. Tak satu pun serangan itu mengakibatkan luka serius atau kerusakan bangunan. Serangan roket itu merupakan pembalasan atas serangan udara Israel yang menewaskan dua pejuang Hamas.

Dua warga Palestina juga tewas saat bentrok melawan tentara Israel ketika para demonstran melemparkan batu kearah para penjaga di perbatasan. Di Istanbul, Rabu (13/12), Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dihadiri lebih dari 50 pemimpin muslim mengecam langkah Trump.

Mereka mendesak dunia merespons dengan mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Saat ini Yerusalem Timur telah dicaplok secara ilegal oleh Israel sejak perang 1967. Yerusalem merupakan kota suci bagi Islam, Kristen, dan Yahudi.

Para pejabat di Kota Nazareth, tempat Yesus di besarkan, telah membatalkan beberapa perayaan Natal untuk menentang langkah Trump. Belum ada informasi dari pejabat di Bethlehem di Tepi Barat, apakah mereka juga akan membatalkan peringatan Natal. Bethlehem merupakan kota tempat kelahiran Yesus.

Sementara itu mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyebut Trump sebagai pengganggu inter nasional dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurut Mahathir, ke putusan Trump akan mendorong terorisme. ”Hari ini kita memiliki seorang pengganggu internasional.

Trump, pergi cari seseorang seukuranmu. Ini (rencana Yerusalem) hanya akan memicu kemarahan muslim,” tegas Mahathir di depan para pengunjuk rasa yang berkumpul di depan Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur. Mahathir, 93, saat ini merupakan salah satu pemimpin koalisi oposisi Malaysia.

Dia men dorong semua negara muslim memutus hubungan dengan Israel. Pemimpin oposisi lainnya, Muhyiddin Yassin, menyeru Pemerintah Malaysia untuk ti dak melanjutkan rencana investasi di AS. Pekan lalu, PM Malaysia Najib Razak mendesak muslim diberbagai penjuru dunia menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

syarifudin

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com