SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Harga Bayam di Bintan Utara Melonjak Rp20 Ribu per Kilo

  • Reporter:
  • Senin, 5 Juni 2017 | 13:28
  • Dibaca : 190 kali
Harga Bayam di Bintan Utara Melonjak Rp20 Ribu per Kilo
Pedagang sayuran di Pasar Baru Tanjunguban, Bintan Utara kehabisan stok sayur bayam yang harganya melonjak Rp20 ribu per kilogram, Minggu (4/6).m rofik

BINTAN UTARA – Harga sayuran bayam melonjak hingga Rp20 ribu per kilogram (kg), dalam dua hari terakhir. Kenaikan harga mencapai Rp14 ribu per kilogram tersebut sontak membuat warga kaget, karena biasanya dijual hanya Rp6 ribu.

Nurida, salah seorang ibu rumah tangga mengeluhkan dengan kenaikan harga bayam yang berlipat-lipat atau hampir 300 persen tersebut. Menurut dia, dengan harga Rp20 kilogram (kg) cukup memberatkan khusunya para ibu rumah tangga.

“Minggu lalu sudah naik Rp2 ribu, dari Rp6 ribu dari kg jadi Rp8 ribu per kg. Ini bikin kaget, malah Rp20 ribu per kg,” ujar Nurida ditemui di Pasar Baru Tanjunguban, Bintan Utara, Minggu (4/6).

Walaupun hargaya mahal, Nurida terpaksa membelinya, karena anaknya suka sayur bening dengan bahan sayuran bayam. “Demi menyenangkan anak, mau tak mau harus beli,” katanya.

Wafi, ibu rumah tangga lainnya juga keberatan untuk membeli bayam, karena kenaikannya berlipat. Dia pun beralih membeli sawi yang harganya relatif lebih murah.

“Maunya beli bayam, tapi karena harganya Rp20 ribu per kg terpaksa beli sawi Rp10 ribu per kg, masih terjangkau. Walaupun naik Rp2 ribu dari biasanya,” ujar Wafi.

Yoyo, pedagang sayur di Pasar Baru Tanjunguban mengatakan, walaupun harga bayam mencapai Rp20 ribu per kg, tetapi laku keras. Bahkan sejak pukul 08.00, stok bayam yang dijualnya habis terjual.
“Bayam sudah habis. Terjual semua,” kata Yoyo.

Cepat lakunya bayam, kata Yoyo, karena stoknya sedikit, pembelinya banyak. Pemasok yang biasanya mengantar bayam kepadanya mengurangi pasokan.

“Biasanya 1 kuintal setiap pagi. Sekarang hanya 50 kg saja. Makanya cepat habis terjual,” ujarnya sambil menunjukkan dagangannya yang tidak ada lagi bayam di depannya.

Menurut Yoyo, kenaikan harga bayam sebenarnya berjenjang, hanya saja waktunya sangat cepat, dalam beberapa hari. Dari Rp6 ribu menjadi Rp8 ribu lalu Rp12 ribu, Rp16 ribu dan puncaknya Rp20 ribu per kg.
“Dalam satu minggu tiap hari naik terus. Puncaknya hari ini (kemarin),” terangnya.

Selain bayam, kenaikan harga juga terjadi pada sayuran kacang panjang, dari Rp8 ribu, saat ini menjadi Rp16 ribu per kg atau naik dua kali lipat.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bintan Tukiman mengatakan, kenaikan harga bayam dan kacang panjang sebenarnya terjadi setiap tahun. Khususnya pada waktu musim tanam mengalami hujan deras berhari-hari. Sehingga bibit mengalami busuk daun dan akar. Akhirnya petani gagal panen.
“Kalau petani bayam dan kacang panjang gagal panen, otomatis sayurannya langka, harganya berlipat,” ujar Tukiman.

Dia memperkirakan, harga bayam dan kacang panjang akan turun secara berangsur-angsur, seiring pedagang mendapatkan pasokan dari daerah lain. Ataupun petani sengaja memanen bayam dan kacang panjang dengan umur lebih muda.

“Karena tuntutan pasar, nanti petani akan memanen sayuran bayam dan kacang panjang dengan umur lebih muda. Harga akan turun bertahap,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com