SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hina Presiden dan Etnis Tionghoa di Facebook, Mustafa Dituntut 3 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Rabu, 11 Juli 2018 | 11:01
  • Dibaca : 315 kali
Hina Presiden dan Etnis Tionghoa di Facebook, Mustafa Dituntut 3 Tahun Penjara
Terdakwa Mustafa Kamal usai menjalani persidangan digiring petugas Kejari Tanjungpinang F Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Mustafa Kamal Nurullah (54), penghina Presiden RI Joko Widodo di media sosial (medsos) dituntut tiga tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (10/7/2018). JPU menyatakan Mustafa bersalah melanggar undang-undang tentang informasi dan transaksi elektronik.

JPU Dani K Daulay mengatakan,Mustafa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2).

“Terdakwa terbukti bersalah dan dituntut pidana penjara selama tiga tahun,” kata Dani.

Dani menyampaikan hal-hal yang memberatkan terdakwa telah pernah ditahan. Sedangkan hal-hal meringankan perbuatannya, Mustafa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Terdakwa tetap berada di dalam tahanan. Masa tahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya dengan putusan majelis hakim,” kata dia.

Mendengar tuntutan itu, Mustafa langsung mengajukan pembelaan secara lisan kepada majelis hakim.

“Saya mohon kepada majelis hakin agar meringankan hukuman saya. Saya tidak akan mengulanginya lagi. Saya sangat menyesal atas apa yang telah saya perbuat,” kata Mustafa.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Monalisa AT Siagian, didampingi Hakim Anggita Acep Sopian Sauri dan Santonius Tambunan kemudian ditunda sampai dengan 19 Juli mendatang. Monalisa mengatakan, setelah mendengar tuntutan dan pembelaan Mustafa maka majelis harus bermusyarah untuk memutuskan hukumannya.

“Sidang putusan akan dibacakan pada Kamis (19/7/2018) mandatang,” kata Monalisa.

Seperti diketahui, Mustafa Kamal Nurullah pada Kamis 10 Agustus 2017 sekira pukul 15.00 di Jalan Korindo Sei Lekop Kijang, Bintan Timur, Bintan, memposting tulisan yang menghina pejabat negara, salah satunya Presiden Joko Widodo di Facebook. Tidak hanya pejabat negara saja, Mustafa juga menghina etnis Tionghoa. Atas perbuatan itu, Polres Tanjungpinang langsung membekuknya.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com