SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Hoaks Tsunami Beredar di Natuna

  • Reporter:
  • Jumat, 28 Desember 2018 | 10:09
  • Dibaca : 205 kali
Hoaks Tsunami Beredar di Natuna
ilustrasi

NATUNA – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Natuna mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi tsunami di perairan Natuna. Staf Prakirawan BMKG Ranai Kabupaten Natuna Asrul Safarudin mengatakan, informasi tersebut adalah hoaks dan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman tsunami.

“Waspada dan berhati-hati terhadap hoax seperti ini, khususnya masyarakat Natuna,” katanya,kemarin.

Ia mengatakan, bencana yang terjadi di Banten dan Lampung serta daerah lainnya tidak berdampak ke Kabupaten Natuna karena letak geografis dengan kedua wilayah tersebut sangat jauh.

“Secara logika ini tidak mungkin terjadi, maka kami minta kepada masyarakat jangan mudah percaya terhadap informasi yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Asrul juga meminta kepada masyarakat Natuna agar dapat berkoordinasi dan mengkonfirmasi informasi tentang keadaan cuaca di Natuna bila terjadi kejanggalan.

“Kami ada kotak info, nanti bisa diisi dengan pertanyaan dan saran yang berkenaan update cuaca Natuna. Masyarakat juga bisa langsung menghubungi stasmet kelas III Ranai, Natuna melalui nomor 085265500719 atau melalui email Statmet.ranai@bmkg.go.id,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menemukan dua kabar hoax yang disebarkan melalui media sosial dan pesan pendek atau SMS (short message service). Hoax itu berkenaan dengan serangkaian bencana yang terjadi di Indonesia belakangan ini.

Kemenkominfo menemukan dua hoax terbaru terkait bencana tsunami di Selat Sunda. Pertama hoax soal alat deteksi letusan gunung dan kedua hoax soal bencana akhir tahun yang ramai di-blast oleh orang-orang tak bertanggung jawab lewat layanan SMS.

Berdasarkan hasil penelusuran Direktorat Pengendalian Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo, dengan mesin crawling konten AIS, kedua hoax tersebut ditemukan usai peristiwa tsunami di pantai barat Provinsi Banten dan Lampung Selatan pada 22 Desember 2018 Pukul 21.27 WIB. Konten itu langsung dibantah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menyatakan, alat tersebut merupakan sirene untuk memberi peringatan dini saat ada bahaya dari letusan Gunung Agung dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi letusan gunung. Cara kerja alat itu mirip dengan sirene tsunami, namun alat ini dapat dibawa ke mana saja alias mobile.

Hoax kedua terkait bencana, beredar SMS dari nomor +6281803016426 yang menyampaikan agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai 21 sampai akhir Desember 2018 karena akan terjadi bencana. Dalam pesannya, pengirim mengakui pesan itu disampaikan anggota Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kabar itu langsung dibantah BMKG yang menyatakan pesan tersebut adalah hoax. Melalui Twitter resmi, BMKG menyebut pesan tersebut dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Warga dipersilakan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sembari tetap mengecek informasi cuaca selama libur Natal dan tahun baru.

Terkait hoax yang meresahkan, apalagi dikait-kaitkan dengan rentetan bencana yang menerpa Indonesia belakangan ini, Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu meminta masyarakat bijak dan menahan diri untuk menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau agar pengguna internet dan media sosial tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika ditemukan informasi yang tidak benar dapat segera melaporkan ke aduankonten.id atau lewat akun Twitter @aduankonten,” ujarnya. sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com