SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kapal Bermuatan 1,4 Ton Solar Ditangkap

  • Reporter:
  • Selasa, 8 Januari 2019 | 10:10
  • Dibaca : 280 kali
Kapal Bermuatan 1,4 Ton Solar Ditangkap
Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno saat mengekspose Kapal MT Teguh 9 di dermaga Fasarkhan Mentigi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan. f muhammad bunga ashab

PINANG – Kapal Angkatan Laut (KAL) Anakonda II-4-61 unsur Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Satrol Lantamal IV) menangkap kapal tanker MT Teguh berbobot 1.680 groos tonnage (GT) berbendera Malaysia.

Kapal tanker bermuatan 1.762,130 Kiloliter (KL) atau atau 1.497,8 ton solar atau high speed diesel (HSD) ditangkap TNI AL pada posisi 010 12’ 750” lintang utara dan 1030 56’ 076” bujur timur di perairan utara Teluk Jodoh, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (5/1).

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno mengatakan, penangkapan tersebut berawal ketika KAL Anakonda II-4-61 sedang melaksanakan operasi keamanan laut di wiilayah kerja Lantamal IV dan menemukan kontak secara visual berupa kapal tanker.

Selanjutnya, KAL Anakonda II-4-61 melakukan identifikasi kontak melalui Automatic Identification System (AIS), tetapi tidak menemukan data kapal tanker yang diduga kapal tersebut mematikan AIS.

“Dalam penangkapan ini upaya komunikasi terus dilakukan dengan menggunakan radio FM chanel 16 dan 14, tetapi tetap tidak direspon oleh kapal MT Teguh 9,” kata Eko saat mengekspose di dermaga Pangkalan Fasilitas Pemeliharaan Kapal Perang TNI AL (Fasharkan) Mentigi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Senin (7/1/2019).

Setelah diperiksa KAL Anakonda II-4-61, kata Eko, Komandan KAL Anakonda II-4-61 memerintahkan untuk melakukan prosedur pengejaran penangkapan dan penyedikian (Jarkaplid) dan berhasil menghentikan kapal.

Kapal tenker MT Teguh 9 dengan 13 orang nahkoda beserta Anak Buah Kapal (ABK), berlayar dari Pelabuhan Tanjung Pelepas, Johor, Malaysia tujuan Pulau Sambu, Batam saat ditangkap kapal bermuatan High Speed Diesel (HSD) sebanyak 1.762,130 KL.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan ditemukan kapal tersebut tidak mengaktifkan AIS saat berlayar, Port Clearance palsu, ABK tidak disijil (sertifikat pelayaran) dan paspor tidak distempel pejabat imigrasi,” ujar Eko.

Dari temuan tersebut, lanjutnya, patut diduga kapal MT Teguh 9 melakukan pelanggaran undang-undang pelayaran, selanjutnya kapal tersebut dikawal menuju Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjunguban guna proses pemeriksaan lanjutan.
“Kapal tanker diduga melakukan pelanggaran udang-undang pelayaran di perairan utara Teluk Jodoh, Batam,” ujarnya.

Lantamal IV Dalami Pelanggarannya
Lantamal IV masih mendalami lebih lanjut penangkapan kapal tanker MT Teguh 9 berbendera Malaysia yang bermuatan 1.762,130 Kiloliter (KL) atau 1.497,8 ton solar atau high speed diesel (HSD). Kapal milik Malaysia itu dinakhodai dan anak buah kapal (ABK) sebanyak 13 orang oleh Warga Negera Indonesia (WNI).

“Saat ini kita masih dalami lebih lanjut, kapal serta nakhoda dan ABK telah diamankan,” kata Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno.

Eko menyampaikan, kapal belayar dari Malaysia memasuki perairan Indonesia yang dibawa dari Outside Port Limit (OPL) barat ke timur. Eko belum mengetahui muatan solar tersebut hendak dibawa ke mana. Hanya saja keterangan sementara yang diperelohemya, kapal dari Malaysia bertujuan ke Pulau Sambu, Batam. Kapal MT Teguh 9 ditangkap karena dugaan melanggar undang-undang pelayaran.

“Dugaan sementara muatan tidak sesuai. Kapal sama muatan akan dicek dulu. Yang jelas setiap pelanggaran ada konsekwensi yang harus diterima,” kata Eko.

Menurut Eko, pelaut-pelaut WNI dieksploitasi untuk bekerja bersama perusahaan di luar negeri. Namun, dia berharap pelaut yang ditangkap ini adalah pelaut-pelaut yang baik. “Pelaut yang ditangap seluruhnya WNI, mudah-mudahan mereka pelaut yang baik,” ujarnya. m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com