SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kembangkan Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Batam

  • Reporter:
  • Jumat, 15 Maret 2019 | 13:40
  • Dibaca : 96 kali
Kembangkan Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Batam

LUBUKBAJA – Pemko Batam masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur mendorong tumbuhnya sektor pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tumbuhnya sektor pariwisata akan memberikan multiplier effect terhadap sektor-sektor lain, sehingga aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kota Batam meningkat.

Wali Kota Batam Muhamad Rudi mengatakan, mulai 2016-2025 seluruh jalan utama Kota Batam sudah dibangun lebih lebar sehingga dapat memperlancar lalu lintas dan membuka aksebilitas, menjamin keselamatan bagi pengendara dan pejalan kaki, meningkatkan estetika kota, mendukung kegiatan wisata dan investasi serta meningkatkan daya saing Kota Batam.

Pembangunan infrastruktur ini berlanjut di tahun 2019, di antaranya mulai dari Simpang Kepri Mall sampai Simpang Panbil Mall, Simpang Seiharapan sampai Simpang Base Camp, Simpang Mukakuning sampai Simpang Piayu, Simpang Global menuju Yos Sudarso sampai Simpang Seruni, Simpang Tiban BTN sampai Tiban McDermott, serta penataan lengan Simpang Bandara.

Kemudian pembangunan jalan tol mulai dari Pelabuhan Batuampar, Kawasan Mukakuning sampai Bandara Internasional Hang Nadim panjang 25 kilometer untuk mendukung aktivitas industri dan perdagangan sehingga meningkatkan daya saing Batam. Pembangunan jalan tol Batam ini sebagai proyek strategis nasional yang telah dituangkan di dalam Perpres Nomor 20 Tahun 2018. Dan pembangunan Flyover Simpang Kabil sepanjang 425 meter direncanakan akan mulai dikerjakan pada 2020.

Ia mengatakan, genap tiga tahun masa kepimpinannya bersama Amsakar achmad, bagaimana merencanakan pendapatan. Jika tak ada pendapatan tidak bisa membangun dan hal ini yang menyebabkan defisit. “Bagaimana rencana ke depan PAD besar kita bisa membangun. Kita bisa lihat Johor, Malaysia jika bisa kita melebihi target,” ujarnya saat Pembukaan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota Batam di Vista Hotel, Kamis (14/3).

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto mengatakan, berbagai langkah dilakukan supaya ekonomi Batam kian membaik. Di 2018 ekonomi sudah meningkat menjadi 4,5 persen. Hal ini berkat sinergitas pemangku kepentingan yang menyingkirkan perbedaan sehingga Batam akan berjaya.

Ia menyampaikan, bukan rahasia umum lagi bahwa Pemko Batam dan BP Batam bekerja secara sendiri-sendiri sehingga munculah dualisme ini. Saat ini pemerintah tengah mencari solusi dualisme tersebut, DPRD Berharap ada keputusannya, sehingga pembangunan berjalan dan investor mendapat kepastian.

Nuryanto mengapresiasi atas kinerja Pemko Batam pembangunan infrastrukturnya tepat sasaran, jalan besar, bersih, dan kemacetan yang terurai. “Namun kami mengingatkan tanggung jawab pengelola yang diatur undang-undang adanya jalan nasional, provinsi, dan kota sehingga tidak menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Menurutnya meski sudah mampu mengurai kemacetan lalu lintas, masih belum sebanding dengan pertumbuhan motor dan mobil, karena itu DPRD berupaya menyusun regulasi sistem transportasi.

Batam, sambungnya, sudah sejajar dengan kota besar lainnya. DPRD Kota Batam terus mendorong penerapan berbagai proses pembangunan dan pelayanan publik yang mendukung terwujudnya Kota Batam sebagai kota cerdas (smart city), seperti penerapan E-Musrenbang, E-Budgeting, pajak online, dan informasi daya saing daerah dan berbagai pelayanan publik lainnya. Kemudian menyelesaikan permasalahan kampung tua yang tak kunjung usai, sementara masyarakat menanti harapan. DPRD Batam mengusulkan ranperda tentang penataan kampung tua sehingga dapat terselesaikan.

“Bukan rahasia umum lagi pemakaman, sekolah terkendala karena permasalahan lahan. Kami mendorong BP Batam dan Pemko Batam dapat duduk bersama membahas masalah lahan dan pertanahan,” kata Nuryanto. reni hikmalia

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com