SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kepri Akan Bangun Museum Barang Antik

  • Reporter:
  • Kamis, 1 Juni 2017 | 13:24
  • Dibaca : 208 kali
Kepri Akan Bangun Museum Barang Antik
Kepala BC Tanjungpinang Duki menyerahkan hibah BMKT kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Yatim Mustafa di Kantor BC Tanjungpinang, Rabu (31/5). JOKO SULISTYO

PINANG – Pemerintah Provinsi Kepri berencana membangun museum untuk penyimpanan barang antik dan benda-benda yang masuk kategori cagar budaya lain. Saat ini, Dinas Kebudayaan Kepri tengah mengusulkan pembuatan Detail Enggering Desaign (DED) museum tersebut.

“Mudah-mudahan tahun berikutnya, museum tesebut sudah bisa dibangun,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Yatim Mustafa usai menerima hibah Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dari Bea Cukai (BC) di Kantor BC Tanjungpinang, Rabu (31/5).

Yatim mengatakan, Dinas Kebudayaan sudah memiliki koleksi barang antik dan cagar budaya sekitar 12 ribu. Selama ini, ribuan barang tersebut hanya disimpan di gudang. Adanya museum, diharapkan dapat lebih memberi nilai terhadap barang antik tersebut, sekaligus menjadi daya tarik wisatawan agar datang ke Kepri.

Di dalam museum, barang-barang peninggalan sejarah tersebut juga akan bermanfaat bagi dunia pendidikan. Pemprov Kepri menggandeng Balai Pelestarian Cagar Budaya, Batu Sangkar, Sumbar untuk pengkajian barang-barang antik tersebut.

“Nantinya, diharapkan semua barang-barang antik tersebut akan diketahui asal mulanya. Ini akan menjadi sumber ilmu pengetahuan,” kata dia.

Yatim mengapresiasi BC Tanjungpinang atas hibah barang-barang antik tersebut. Karena barang yang dihibahkan termasuk benda dilindungi, maka menjadi kewajiban pemerintah untuk mengamankan dan merawatnya.

“Hibah barang antik ini menambah koleksi kami. Sekarang sudah ada lebih dari 12 ribu barang antik yang tersimpan di Dinas Kebudayaan Kepri,” katanya.

Ribuan barang antik tersebut, lanjut Yatim, bersumber dari banyak pihak. Mulai dari hibah TNI AL, lembaga lain maupun masyarakat pribadi. Kebanyakan, barang-barang antik tersebut merupakan hasil tangkapan atau sitaan dari pelaku penyelundupan yang akan membawa barang tersebut ke luar negeri.

Adapun barang antik yang dihibahkan BC Tanjungpinang di antaranya, mangkok, piring, gelas dan benda lainnya yang disinyalir sebagai barang peninggalan masa Dinasti Ming. benda BMKT tersebut disita BC di Bandara Raja Haji Fisabilillan pada tahun 2015. Saat itu, pelaku ingin membawanya ke luar Kepri melalui jasa pengiriman pos.

“Ada campuran keramik 13 set, mangkok, piring dan lainnya sebanyak 33 buah. Karea pengiriman dilakukan melalui Kantor Pos, pelaku penyelundupan tidak diketahui. Setelah ditelusuri alamat pengirim dan penerima, dua-duanya tidak jelas alias palsu,” kata Kepala BC Tanjungpinang Duki Rusnadi.

Keputusan hibah setelah ada keputusan resmi dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, dan Keputusan Menteri Keuangan tentang Persetujuan Hibah Barang yang Menjadi Milik Negara. Menurut
Duki, hasil penelitian ahli arkelogi dan barang kepurbakalaan, barang-barang antik sitaan tersebut peninggalan kerajaan masa Dinasti Ming. Sehingaga,

“Barang-barang ini termasuk barang yang dilindungi dan juga sebagai cagar budaya. Ini tak ternilai harganya, dan akan memperkaya koleksi barang-barang cagar budaya dan langka di Kepri,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com