SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kim Jong-un Asyik Tonton Konser K-Pop

  • Reporter:
  • Rabu, 4 April 2018 | 15:21
  • Dibaca : 197 kali
Kim Jong-un Asyik Tonton Konser K-Pop

PYONGYANG – Ketegangan antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) mencair saat pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un dan istrinya, Ri Sol-ju, menonton konser K-pop di Pyongyang kemarin.

Itu pertama kalinya seorang pemimpin Korut menghadiri pertunjukan seni Korsel di ibu kota Korut. Kim juga terlihat bertepuk tangan dan berfoto bersama dengan para penyanyi K-pop. “Pemimpin tertingi kita menga ta – kan hatinya melayang dan dia gembira karena rakyatnya senang. Mereka (war – ga Korut) paham budaya populer Kor – sel,” tulis kantor berita Korut KCNA. Warga Korut yang menonton konser larut dalam sukacita dan turut bernyanyi lagu-lagu yang dilatunkan bintang K-pop selama dua jam. Para musisi Korsel juga diberi bunga setelah pertunjukan.

“Kim Jong-un menun jukkan ketertarikannya selama pertunjukan dan bertanya tentang lagu dan lirik,” kata Menteri Budaya Korsel Do Jong-whan. Konser bertajuk Spring is Coming yang digelar di East Pyongyang Grand Theatre itu mendatangkan banyak bintang K-pop ternama seperti Cho Yong-pil, Lee Sun-hee, bintang rock Yoon Do-hyun dan penyanyi Baek Jiyoung serta girl band K-pop Red Velvet. “Pertunjukan ini membawa musim per – damaian bagi dua Korea dan meng eks – pre sikan harapan untuk musim gugur yang sejahtera,” kata Kim Jong-un. Foto Kim bersama dengan penyanyi K-pop juga disebarkan media Korut.

Dia juga tampak berbicara dengan anggota Red Velvet yang memiliki 4,6 juta pengikut di Instagram. Kementerian Kebudayaan Korsel mengungkapkan delegasi Korsel berangkat ke Pyongyang pada Sabtu (31/3) lalu. Itu merupakan kunjungan kebudayaan setelah Korut me ngirim – kan senimannya ke Korsel pada Fe – bruari lalu. Seohyun, aktris dan vokalis Girls’ Ge neration, menyanyikan lagu pop Korut berjudul Blue Willow Tree. Kemudian Cho Yong-pil, 68, me nyanyikan lagu The Cafe in the Winter, Short Hair, dan Let’s Go on a Trip.

Cho pertama tampil da lam konser solo di Pyongyang pada 2005. Para penyanyi K-pop juga akan kembali menggelar kon ser pada hari ini di Pyongyang. Sementara itu citra Kim Jong-un yang tertawa bersama dengan penyanyi K-pop me nun – jukkan hal yang kontras de ngan yang dikatakan para pem belot Korut. “Para pengungsi Korut konsisten menyampai kan la – poran bahwa Kim se be narnya sangat berbahaya,” kata Sokeel Park, Direktur Liberty, lembaga bantuan pengungsi di Korsel. Survei 2015 terhadap para pengungsi Korut menyatakan bahwa 77% responden me – nyata kan suara Kim di radio di – kenal sangat menakutkan dan ber ba haya. Di Korut, me nonton film Korsel juga merupakan hal yang dilarang. Jika ter – tangkap me nonton film Korsel, warga Korut akan dijebloskan ke penjara.

Kemudian mantan Ketua Badan Intelijen Korut Kim Yong-chol, yang mengurusi hubungan antar-Korea, ber temu dengan para jurnalis Korsel. Dia meminta maaf karena para jurnalis Korsel tidak bisa meliput konser. “Kami berkewajiban memban tu para wartawan dari selat an untuk melakukan peliputan bebas dan mengambil gambar secara mudah. Adalah salah bagi kami menghalangi pe li put an me dia dan pengambilan gam bar se cara bebas,” kata Kim Yongchol. Dia mengung kap kan, larang an peliputan itu tidak disengaja. Ditambahkannya, kasus itu terjadi karena mungkin tidak ada koordinasi memadai antara bagian keamanan dan panitia penyelenggara pentas.

“Acara pada hari Minggu itu spesial karena pemimpin tertinggi (Kim Jong-un) menghadirinya. Saya pikir mungkin tidak ada koordinasi yang cukup antara bagian keamanan pemimpin tertinggi dan penyelenggara konser,” kata Kim Yong-chol. Kecuali satu juru kamera saja, seluruh awak media Korsel yang menyertai rombongan Kpop ke ibu kota Korut tersebut dilarang meliput konser. Me – reka hanya diperbolehkan me – liput konser dengan menonton dari layar televisi yang dise – diakan di ruang ganti. Pemer – intah Korsel lantas menyam – pai kan protes kepada pihak ber – wenang Korut atas pembatasan terhadap para wartawan yang rencananya meliput acara itu.

Ketegangan antara Korsel dan Korut memuncak pada tahun lalu setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir dan misil balistik. Tapi ketegangan menunjukkan penurunan setelah Korut mengirimkan atlet ke Olimpiade Musim Dingin di Korsel pada Februari lalu. Secara teknis, kedua negara tetang ga iu masih dalam kondisi perang sejak konflik 1950-1953 dengan berakhir nya gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Kedua Korea dijadwalkan menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) pertama dalam satu dekade terakhir pada 27 April mendatang.

Andika hendra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com