SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Komisi IV Tinjau Lokasi Tanah Longsor Sakura Garden, Segera Panggil Manajemen MB dan Developer

  • Reporter:
  • Senin, 22 Juni 2020 | 19:50
  • Dibaca : 146 kali
Komisi IV Tinjau Lokasi Tanah Longsor Sakura Garden, Segera Panggil Manajemen MB dan Developer

BATAM –  Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Mochamat Mustofa Fraksi PKS, akan segera memanggil pihak Morning Bakery (MB) dan pihak pengembang (developer) dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPRD Batam, guna mencari solusi atas longsor yang melanda 4 unit rumah di Perumahan Sakura Garden, Batuampar, Sabtu (20/06/2020).

Hal ini dikatakan Mustofa, saat meninjau lokasi, dan bertemu langsung dengan warga yang terkena longsor, Senin (22/6/20) sore.

Menurut Mustofa, pihak MB selaku pemilik pabrik roti dan developer tidak boleh begitu saja lepas tanggung jawab. Seharusnya bisa mencari solusi jangka pendek sebagai langkah preventif atau juga solusi jangka panjang demi keamanan warga.

“Pihak Morning Bakery selaku pemilik pabrik, dan pihak developer yang membangun rumah warga tidak boleh lepas tanggung jawab, harus ada bertanggungjawab atas keresahan warga,” tegas Mustofa

Dijelaskan, bahwa pemerintah punya tanggung jawab menyelesaikan persoalan-persoalan warganya, namun di satu sisi pihak swasta harus bertanggungjawab karena setiap bangunan harus jelas izin AMDAL (Analisa) Dampak Lingkungan) nya.

“Seharusnya saat perencanaan dipikir dampaknya kedepan, kita mau dengar seperti apa,” ungkap anggota Komisi IV DPRD Batam ini didampingi Ketua RW Sakura Garden, Dahlan.

Masalah longsor, lanjut Mustofa lagi, akan jadi perhatian apalagi saat hujan deras terjadi Sabtu (20/6/2020) lalu terjadi longsor di beberapa tempat, diantaranya di Tanjung Uma dan Sakura Garden.

Untuk bisa melakukan pemanggilan, Mustofa , menyarankan agar warga yang terdampak melalui RW terkait melayangkan surat ke DPRD Batam.

Ditempat yang sama, kolega Mustofa di DPRD Batam, Sitti Nurlela mengaku telah memantau kondisi perumahan Sakura Garden, dan menurutnya perumahan tersebut harus segera dicarikan solusi.

“Step by step kita carikan solusinya, dan langkah pertama kita akan hearingkan,” ungkap Anggota DPRD Batam dari Dapil Bengkong-Batuampar ini.

Salah seorang warga yang menjadi korban, Erlin mengaku resah dengan kondisi tanah yang labil di belakang rumahnya, terlebih saat musim hujan.

“Kalau hujan kami tak bisa tidur, takut kalau tiba-tiba longsor lagi,” ujar korban yang juga isteri RT setempat.

Terakhir, Erlin maupun korban lainnya meminta adanya perhatian pemerintah dan pihak perusahaan, sehingga kedepannya mereka bisa aman dari bahaya longsor. Arrazy aditya

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com