SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kuota CPNS Terancam Tak Terpenuhi, Batam Minta Kebijakan Panselnas

  • Reporter:
  • Jumat, 9 November 2018 | 10:42
  • Dibaca : 275 kali
Kuota CPNS Terancam Tak Terpenuhi, Batam Minta Kebijakan Panselnas
Panitia mempersiapkan sarana untuk tes CPNS tingkat Kota Batam di Kantor Perwakilan BKN, beberapa waktu lalu. Untuk CPNS Pemprov Kepri akan diselenggarakan 4-6 November di Hotel CK Tanjungpimang. /TEGUH PRIHATNA

BATAM KOTA – Pemko Batam menyurati Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terkait syarat kelulusan. Sebab hingga hari ke-14 pelaksanaan tes CPNS, baru 119 peserta yang lolos passing grade (ambang batas nilai). Alhasil kuota CPNS di lingkungan Pemko Batam terancam tak terpenuhi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin mengatakan, pemerintah daerah meminta kebijakan Panselnas karena jumlah peserta yang lolos passing grade masih sedikit.

“Kalau lihat realisasi per hari mungkin tidak tercapai kuota. Maka kami minta ada kebijakan. Apakah itu nanti diranking atau bagaimana, tergantung kebijakan panselnas. Kami berusaha kuota untuk Batam tetap terpenuhi. Karena memang itu dibutuhkan,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) di UPT CAT Kanreg XII BKN di Batam Centre, Kamis (8/11).

Tahun 2018 ini, ada 5.399 peserta yang bersaing mendapatkan 363 lowongan yang ada di Pemko Batam. Ribuan peserta tersebut saat ini sedang mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) dari 26 Oktober hingga 17 November mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Batam, M Syahir mengatakan hingga hari ke-14 pelaksanaan SKD baru 119 peserta lolos passing grade. Padahal jumlah peserta tes sudah mencapai 3.100 orang dari total 5.399 peserta yang lolos seleksi administrasi. “Hingga hari ini (kemarin) baru 119 peserta lolos passing grade,” ujarnya.

Kepala Kantor Regional XII Badan Kepegawaian Negara, Andrayati memberikan apresiasi kepada Pemko Batam atas penyelenggaraan tes SKD yang berjalan lancar. Bahkan Pemko Batam menyiapkan alat pindai sidik jari untuk cek data peserta berdasarkan database kependudukan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir adanya joki pada tes penerimaan CPNS.

“Alhamdulillah di semua titik lokasi baik mandiri maupun UPT berjalan lancar, tidak dijumpai kendala. Di Batam sampai sekarang enggak ada kendala, setiap pagi dan sore kami berkabar dengan koordinator di sini. Semua lancar selama 13 hari ini. Persiapan Pak Walikota sangat matang, sampai ke Disdukcapil dilibatkan,” ujarnya.

Kanreg XII BKN bekerja di tiga provinsi yakni Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Pada penerimaan CPNS tahun ini, ada 16 lokasi tes SKD di bawah lingkup kerjanya.

“Di Kepri saja ada di Bintan, Tanjungpinang, Batam, Natuna, dan Anambas. Natuna mulai hari ini. Anambas Selasa depan,” ujarnya.

Terkait passing grade, kata Andra, sepenuhnya kewenangan panselnas. Panitia daerah hanya bertugas mengirimkan hasil seluruh peserta ke pusat.

“Untuk hasil masih sesuai passing grade yang ditetapkan Peraturan Menpan-RB. Kami di daerah tak bisa mengatakan sekian yang lulus. Hasil secara keseluruhan panselnas yang akan menyampaikan pengumumannya. Hasil tes setiap hari kami sampaikan,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, bukan tidak mungkin nantinya ada formasi yang kuota belum penuh alias kosong. Selain itu ada formasi yang kurang pendaftar, seperti honorer K2 yang diberikan kuota 7 orang namun yang mendaftar hanya 2 orang. Artinya lima lainnya, kosong.

Soal pemenuhan kuota yang kosong, apakah akan digeser atau tes ulang, pihaknya akan melaporkan dan meminta arahan ke Kemenpan RB. “Misal kuota 250, lulus hanya enam orang, itukan tak sampai lima persen. Kami akan laporkan ke Jakarta, apa solusi untuk ini. Prinsipnya, semua itu kewenangan pusat, saya hanya melaporkan,” ujarnya di Kantor DPRD Batam, kemarin.

Namun demikian, ia mengungkapkan ingin mengajukan penurunan passing grade. Menurut dia, setelah tes kelak akan ketahuan apa kendala dan tingkat kemampuan peserta soal passing grade ini. “Mungkin saja, misal hari ini passing grade 290, jadikan 200,” imbuhnya.

Namun kembali ia menegaskan, semua tergantung keputusan pusat. Kuota yang diberikan untuk Pemko Batam sebanyak 363 harus dijemput lagi, jika kekosongan terjadi.
“Kalau tidak begitu, nanti tak ada pegawai (baru). Sekarang masih proses tes SKD kan, belum tes yang lain, masih banyak,” ucapnya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com