SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Karimun Rp68,6 Miliar

  • Reporter:
  • Kamis, 21 November 2019 | 10:05
  • Dibaca : 108 kali
Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Karimun Rp68,6 Miliar
Bupati Karimun Aunur Rafiq menerima ponsel dengan aplikasi I-MACE dari SKP Kelas II Tanjung Balai Karimun usai FGD di Hotel Aston Karimun, Rabu (20/11). /JAMARIKEN TAMBUNAN

KARIMUN – Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Tanjung Balai Karimun mencatat nilai ekspor komoditas pertanian Karimun mencapai Rp68 miliar. Data itu berdasarkan sistem automasi perkarantinaan IQFast hingga 17 November.

“Karimun, dengan potensi pertanian yang besar dan lokasi yang strategis, diharapkan selain dapat mencukupi kebutuhan pangannya juga mampu berkiprah di pasar ekspor,” kata Kepala SKP Kelas II Tanjung Balai Karimun Priyadi dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aston Karimun, Rabu (20/11).

Kata Priyadi, berdasarkan data, komoditas ekspor unggulan Kabupaten Karimun adalah bungkil kelapa yang sampai 2019 ini telah mencapai 4.743 ton dengan nilai ekspor Rp 44,9 miliar.

Secara keseluruhan, nilai ekspor semua komoditas pertanian hingga 17 November 2019 ini telah mencapai Rp68,6 miliar. Adapun negara tujuan ekspornya adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Taiwan dan Hongkong.

Selain bungkil kelapa, berbagai ekspor lainnya seperti sarang burung walet, madu, alpukat, air kelapa, damar, kencur, hingga kulit kayu bakau.

Priyadi menambahkan, di tahun 2018 nilai ekspor pertanian TB Karimun dapat mencapai Rp101,7 miliar. Dengan ragam komoditas yang lebih bervariasi mulai dari air kelapa, bungkil kelapa, sarang burung walet, madu, ayam bibit, akar pasak bumi, nanas, pisang, alpukat, damar, karung goni, petai, talas dan ubi jalar.

“Sementara di tahun 2018, China menjadi negara tujuan ekspornya dan belum muncul kembali di tahun 2019. Juga, jumlah pelaku usaha, di tahun lalu tercatat 71 eksportir, sedangkan tahun ini hanya 8 eksportir saja,” imbuh Priyadi.

Ia mengungkapkan, banyak komoditas ekspor yang pada tahun 2018 ada, di tahun 2019 tidak ada lagi. Ia mencontohkan, nanas dan pisang tujuan Malaysia. “Kami berharap dengan acara (FGD) ini bisa mengangkat kembali ekspor Karimun yang sempat terhenti dengan mengurai permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh petani maupun eksportir. Kami hadirkan narasumber dari Pusat Informasi, Badan Karantina Pertanian tentang I-Mace (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export) agar dapat memberikan gambaran mengenai data dan potensi ekspor Karimun,” terangnya lagi.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan tujuan Presiden RI Joko Widodo yang menginginkan percepatan ekonomi ekspor untuk daerah terluar seperti Batam, Karimun dan Bintan. Dikatakan ida, percepatan ekonomi ekspor tidak akan terwujud tanpa kerja sama antara DJBC dan Karantina Pertanian.

Bupati Karimun juga mengharapkan kepada instasi vertikal dan seluruh elemen untuk dapat mendorong Pemerintah Pusat agar Kabupaten Karimun menjadi Wilayah FTZ seutuhnya.

“Melalui diskusi seperti ini tentu akan menjadi harapan bagi dunia investasi. Ke depan Karimun akan menjadi prioritas program investasi bagi seluruh pengusaha-pengusaha yang berada di Kabupaten Karimun maupun luar Kabupaten Karimun,”harapnya

ernis hutabarat

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com