SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembunuh Roni Ditangkap di Bogor

  • Reporter:
  • Selasa, 19 Maret 2019 | 10:41
  • Dibaca : 229 kali
Pembunuh Roni Ditangkap di Bogor
Petugas Satreskrim Polresta Barelang menggelar olah TKP penemuan mayat pria di hutan di pinggir Jalan Sudirman, tepatnya di depan Perumahan Tiban Permai, Sekupang, Rabu (27/2) lalu. f romi kurniawan

BATAM KOTA – Setelah hampir tiga pekan buron, Marlin Sinambela ditangkap Tim Jatanras Satreskrim Polresta Barelang di Cileungsih, Bogor, Jawa Barat, Minggu (17/3) sekira pukul 20.00. Pelaku adalah otak pembunuhan terhadap Roni Friska Hasibuan (43), pria yang ditemukan tewas di hutan Sekupang.

Penangkapan terhadap Marlin alias Mabeos ini dipimpin langsung Kanit Buser Satreskrim Polresta Barelang Ipda Haris Baltasar Nasution. Anggota kepolisian sempat kesulitan meringkus pelaku, karena selama dalam pelarian Mabeos selalu berpindah-pindah tempat.

Kanit Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, pelaku ditangkap setelah anggota polisi melacak keberadaan pelaku di daerah Cileungsi. “Pelaku ditangkap di pinggir jalan saat ingin membeli celana. Saat penangkapan tidak ada perlawanan dari pelaku,” ujarnya, Senin (18/3).

Pelaku saat ini masih dalam perjalanan ke Batam untuk penyelidikan lebih lanjut terkait pembunuhan terhadap warga Batuaji tersebut. “Ya, pelaku saja belum sampai di Batam. Nantilah setelah pihak penyidik melakukan tugasnya kami akan memberikan keterangan lengkap kasus ini,” kata Andri.

Seperti diketahui, Satreskrim Polresta Barelang akhirnya mengungkap identitas mayat Mr X dalam hutan di pinggir Jalan Sudirman, tepatnya di depan Perumahan Tiban Permai, Sekupang, Rabu (27/2) lalu. Pria yang tewas dengan kondisi tangan terikat tersebut berinisial RFH (43) dan merupakan warga Batuaji.

Mayat pria tanpa identitas ini ditemukan oleh pekerja pengali kabel di sekitar tempat kejadian saat hendak buang air kecil. Tanpa sengaja ketiga pekerja tersebut melihat ada sesosok mayat tanpa busana. Melihat mayat yang sudah mengeluarkan bau tak sedap, pekerja itu melaporkan temuan ke Polsek Sekupang.

Terungkapnya inisial mayat yang diduga kuat korban pembunuhan ini berawal dari informasi masyarakat dari call center Satreskrim Polresta Barelang, karena ada pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, kasus penemuan mayat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. “Kami baru dapat informasi dari masyarakat, nanti kami akan konfirmasi lagi jika sudah pasti,” ujarnya, Minggu (10/3).

Ia menjelaskan, informasi masyarakat sangat dibutuhkan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus, baik itu pembunuhan maupun tindak kriminalitas lainnya.

Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol Djarot Wibowo mengatakan, berdasarkan hasil autopsi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri di Nongsa menyebutkan ada beberapa luka yang diakibatkan oleh benturan benda tumpul di tubuh korban.

Pukulan benda tumpul bertubi-tubi menjadi penyebab kematian korban. “Penyebabnya ada kekerasan tumpul yang mengakibatkan patah tulang tengkorak pada sisi kiri ukurannya panjang 9 cm dan lebar 2 cm dengan bentuk patahan tidak teratur dan tajam,” ujarnya, Kamis (28/2) lalu. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com