SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemprov Kepri Ingin Kelola Relang

Pemprov Kepri Ingin Kelola Relang
rempang-galang

PINANG – Pengelolaan Rempang dan Galang (Relang) jadi incaran banyak pihak. Tidak hanya Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri juga berminat mengelola Relang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku telah mempersiapkan dan menyempurnakan syarat usulan Relang sebagai KEK, sama seperti usulan KEK untuk Pulau Asam di Karimun dan Galang Batang di Bintan. Mengingat pemerintah pusat tengah mendorong daerah untuk kreatif dalam memajukan perekonomian dan pembangunan.

“Kami mengusulkan agar Relang bisa dikelola oleh Pemprov Kepri, namun terpulang ke pemerintah pusat untuk memutuskan,” kata Nurdin di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (17/4).

Nurdin menjelaskan, KEK Relang bisa menjadi daerah penyangga atau penopang bagi Batam yang saat ini minim lahan. Sehingga tertata dengan baik, ada pemisahan antara pemukiman dan kawasan industri, serta tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Kemungkinan, KEK Relang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres), sebab prosesnya akan lebih cepat dibanding dengan melalui Peraturan Pemerintah (PP).

“Kami mendapatkan bocoran dari pemerintah pusat bahwa penetapan KEK Relang, Pulau Asam di Karimun, dan Galang Batang di Bintan melalui Perpres, bukan PP. Kami berharap KEK Relang bisa disahkan tahun ini, karena sudah mendesak dan lahan di Batam untuk kawasan industri sangat minim. Sehingga harus dipersiapkan kawasan baru dan berimbas dalam percepatan pembangunan di Kepri,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Kepala BP Batam untuk bersinergi mengembangkan Batam menjadi daerah utama investasi. Jokowi juga akan menginstruksikan para menteri terkait segera menjadikan pulau Rempang dan Galang jadi KEK.

Dalam rapat terbatas, Jokowi mengingatkan agar pengembangan kawasan industri betul-betul dilakukan secara integratif, terpadu dari hulu sampai hilir. Karena itu, kata Jokowi, di lapangan gubernur, wali kota, dan juga BP Batam harus bersatu, sehingga pelayanan kepada investor bisa dipercepat.

Perkara Lahan
Kejaksaan Agung (Kejagung) menargetkan proses penyelelidikan kasus dugaan kongkalikong lahan di lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam tuntas pada bulan ini. Saat ini, Kejagung tengah mendalami dan mengevaluasi hasil pemeriksaan Tim Satgasus di Batam pada Februari lalu.

“Bulan ini akan kami tuntaskan. Kalau tidak cukup (bukti) akan kita hentikan. Kalau cukup, kita naikkan,” kata Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Arminsyah saat ditemui di kantor Wali Kota Batam, kemarin siang.

Disinggung adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum mantan Pimpinan BP Batam dalam kasus tersebut, Armin mengaku belum dapat berkomentar banyak. Namun dia memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan diproses secara hukum.

“Kalau memang terlibat, akan kita proses. Tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya.

Sementara itu, terkait 242 penerima alokasi lahan yang menunggak uang wajib tahunan otorita (UWTO) atas lahan seluas 442,68 hektare dengan nilai sekitar Rp235 miliar, Armin mengaku bahwa pihaknya akan mengupayakan agar tunggakan tersebut dibayarkan. “Kami akan tagih itu. Karena kalau tidak ditagih, negara rugi. Akan kami kejar terus itu,” katanya.

Sebelumnya, pada 31 Januari, tim Satgasus Kejagung melakukan penyelidikan di Batam. Tim yang berjumlah lima orang dan dipimpin Susilo Hadi ini sempat melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi yang sebagian besar merupakan pegawai BP Batam. Tim juga bergerak ke lapangan guna mengumpulkan informasi seputar hasil audit BPKP untuk BP Batam.

Proses penyelidikan ini berjalan setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya kerugian negara dalam pengelolaan lahan di Batam. Ada tunggakan UWTO sebesar Rp235 miliar yang sudah jatuh tempo dan belum ditagih.

sutana/aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com