SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pencaker Banyak Tak Punya Keahlian

  • Reporter:
  • Senin, 4 November 2019 | 14:23
  • Dibaca : 144 kali
Pencaker Banyak Tak Punya Keahlian
ilustrasi. DOK SINDO BATAM.

SEKUPANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus mendorong agar para pekerja bisa terus meningkatkan kompetensinya, begitu juga dengan para pencari kerja. Sebab, industri yang akan berkembang ke depan di Batam berbeda dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti banyak perusahaan-perusahaan besar akan memperluas investasinya di Batam, khususnya perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas (migas). Perusahaan-perusahaan ini membutuhkan tenaga kerja terampil atau ahli di bidangnya.

“Industri di Batam memang berbeda, kebutuhannya juga beda. Karena itu dibutuhkan tenaga kerja yang terampil,” ujarnya, Minggu (3/11).

Berdasarkan data Disnaker Kota Batam saat ini ada sekitar 40 ribu pencari kerja (pencaker) di Batam. Tapi, sebagian besar berasal dari luar Kota Batam dan itupun banyak tenaga kerja yang unskill, atau tidak memiliki kompetensi atau keahlian kerja.

Sehingga diakuinya banyak tenaga kerja yang tidak terserap, karena memang kualifikasinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Menurut, dia sebenarnya saat ini cukup banyak perusahaan besar yang membuka lowongan kerja di Batam.

“Seperti SMOE (Sembawang Manufacture Off-Shore & Equipment), McDermott Indonesia, di Karimun juga ada seperti Saipem. Tahun depan ada lagi Wasco,” katanya.

Selain itu peluang kerja ke depan akan lebih banyak, karena dalam waktu dekat ada beberapa kawasan di Batam yang akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Di antaranya KEK di Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Bandara Hang Nadim, Nongsa Digital Park (NDP). Menyusul beberapa lainnya.

“Di MRO butuh keterampilan menangani pesawat. Pelabuhan Batuampar, kan butuh operator untuk crane, alat berat. Yang seperti ini butuh tenaga-tenaga skill. Tak cukup hanya tamat STM, SMA. Perlu keahlian tambahan,” sambungnya.

Karena itu, Rudi mengingatkan bagi pencaker dari luar Batam, jika ingin mengadu nasib di Batam, mesti memiliki kompetensi atau keahlian. Sebab jika tidak, maka akan sulit bersaing di Batam. Itu sebabnya pihaknya terus mendorong agar pencaker di Batam bisa meningkatkan kompetensinya.

Pihaknya juga berharap dengan rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kota Batam bisa dimanfaatkan pencari kerja dan pekerja untuk meningkatkan kompetensinya. Pihak Kabil Industrial Estate (KIE) akan menghibahkan lahan kepada Kementerian Tenaga Kerja untuk pembangunan BLK ini.

Kementerian Tenaga Kerja sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan BLK tersebut tahun depan. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp17 miliar. Keberadaan BLK ini dirasa sangat penting untuk Batam sebagai kota industri.

BLK ini rencananya akan dibangun untuk pelatihan bidang kemaritiman dan aviasi. Namun tidak menutup kemungkinan akan berkembang seiring perkembangan industri yang ada di Batam nantinya.

“Awalnya ke welder, karena itu yang kekurangan di Batam. Juga untuk menunjang MRO (maintenance, repair, overhaul) yang akan dibangun di bandara. Arahnya ke sana dulu,” ujarnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com