SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penghapusan UWT di Tangan Presiden

  • Reporter:
  • Kamis, 8 Maret 2018 | 15:34
  • Dibaca : 284 kali
Penghapusan UWT di Tangan Presiden
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo. /AGUNG DEDI LAZUARDI

BATAM – Penghapusan uang wajib tahunan (UWT) di permukiman yang gencar disuarakan Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam tergantung keputusan Presiden Joko Widodo. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution melaporkan kasus itu ke Presiden dan Badan Pengusahaan (BP) siap melaksanakan apapun keputusan presiden.

Badan Pengusahaan (BP) Batam tidak bisa memastikan apakah uang wajib tahunan (UWT), terutama di kawasan permukiman, yang selama ini dipungut pemerintah akan dihapuskan atau tidak. Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan usulan warga untuk penghapusan UWT tersebut sudah disampaikan kepada Menko Perekonomian untuk dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

“BP Batam hanya menyampaikan fakta mengenai UWT, mengapa dan berapa tarif-tarifnya. Dihapus atau tidak itu bukan menjadi wewenang BP Batam tapi pemerintah pusat,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Rabu (7/3/2018).

Dalam rapat koordinasi di Jakarta kemarin, dijelaskannya bahwa untuk tarif UWT paling mahal adalah di wilayah Nagoya dengan sewanya sekitar Rp160.100 per meter persegi untuk jangka waktu 30 tahun. Jika dihitung per tahun tarifnya hanya Rp6 ribuan per meter persegi dan untuk wilayah sedang hanya Rp3 ribuan per meter persegi dan tarif paling murah seperi di Sekupang hanya sekitar Rp2.200 per meter persegi.

Menurut Keppres No. 41 Tahun1973 Tentang Daerah Industri Pulau Batam, semua lahan adalah milik negara dan hak pengelolaan lahan (HPL)-nya diserahkan kepada BP Batam. Terkait dengan proses pembelian dan ganti rugi lahan menurut dia terjadi pada masa itu. Saat ini hanya sedikit masyarakat yang memiliki hak milik atas lahan-lahan yang ada di Batam.

“Kenapa kita memungut UWT, karena BP Batam harus membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan bandara,” kata Lukita.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com