SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penyelundup Sabu 2,6 Ton Segera Diadili

  • Reporter:
  • Kamis, 12 Juli 2018 | 15:23
  • Dibaca : 61 kali
Penyelundup Sabu 2,6 Ton Segera Diadili
ilustrasi

BATAM KOTA – Kasus penyelundupan 1,037 ton sabu asal Taiwan dan 1,622 ton sabu asal China dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batam ke Pengadilan Negeri Batam, kemarin. Dua kasus terpisah dengan total terdakwa sebanyak delapan orang WNA itu segera disidang.

Berkas dakwaan secara resmi diserahkan langsung oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Batam Filpan F D Laia didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang yang akan menyidangkan perkara ini kepada Ketua PN Batam Syahlan. Pelimpahan berlangsung di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Kasus 1,03 ton sabu dengan terdakwa empat orang yakni Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Chun An dan Hsieh Lai Fu. Kasus 1,6 ton sabu dengan terdakwa empat orang yakni Chen Hui (42), Chen Yi (32), Chen Meisheng (68) dan Yao Yin Fa (63). Dengan dilimpahkannya berkas dakwaan, maka penahanan semua terdakwa beralih ke PN Batam.

Ketua PN Batam Syahlan mengatakan sesuai SOP PN Batam, pihaknya akan menunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut usai menerima pelimpahan. “Selanjutnya majelis yang ditunjuk akan menentukan hari sidang,” kata dia usai pelimpahan, kemarin.

Terkait penahanan para terdakwa, sambung Syahlan, telah menjadi kewenangan majelis hakim. Majelis hakim akan mengajukan permohonan perpanjangan masa penahanan kepada Ketua PN untuk proses persidangan.
“Ketua PN nantinya akan mengeluarkan surat perpanjangan penahanan terdakwa,” kata Syahlan lagi

Para terdakwa yang merupakan WNA menjadi perhatian khusus pihak PN Batam.

PN Batam akan berkoordinasi dengan Kejari Batam terkait pengamanan selama proses persidangan. “Kasus ini menjadi perhatian masyarakat. Kami akan berkoordinasi dengan kejaksaan, kepolisian dan imigrasi karena menyangkut WNA,” kata Syahlan.

Sementara itu, Filpan mengatakan pengamanan bukan merupakan hal khusus namun menjadi kewajiban pihaknya. Dia akan berkoordinasi dengan polisi. “Kalau memang rentan, kita akan minta bantuan tentara atau pihak lain,” ujar dia.

Dia menyatakan pengamanan itu mempertimbangkan para terdakwa merupakan sindikat dari jaringan internasional. “Kita akan lakukan pengamanan maksimal baik pengamanan kantor maupun proses persidangan,” kata dia.

Selama proses persidangan, pihaknya juga akan menyedikan penerjemah bahasa mengingat para terdakwa tidak dapat berbahasa Indonesia. “Kemarin, penerjemah dari Mabes Polri. Apakah itu yang akan tetap dipakai atau tidak, kita akan lihat dulu,” katanya.

Para terdakwa, lanjut Filpan, terancam hukuman maksimal hukuman mati. Pasalnya, dalam dakwaan disebutkan bahwa para terdakwa telah melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com