SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Peringkat Utang Indonesia Makin Baik

  • Reporter:
  • Jumat, 9 Februari 2018 | 16:04
  • Dibaca : 166 kali
Peringkat Utang Indonesia Makin Baik

JAKARTA – Lembaga pemeringkat surat utang asal Jepang, Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR), meningkatkan rating surat utang Indonesia dengan tetap di level layak investasi (investment grade).

Rating surat utang jangka panjang berdenominasi valuta asing naik dari BBB- menjadi BBB dan outlook -nya naik dari positif menjadi stabil. Sementara untuk rating surat utang jangka panjang berdenominasi rupiah juga naik dari BBB menjadi BBB+ dengan outlook stabil dari positif.

JCR menyatakan, sejak dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2014, Indonesia terus mendorong reformasi struktural untuk men dorong pertumbuhan eko nomi berkelanjutan dengan mengurangi keter gantungan terhadap sumber daya alam. Reformasi tersebut dinilai telah membuahkan hasil.

Pertama, paket kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah telah membuat iklim investasi di Indonesia menjadi lebih baik.

Kedua, pembangunan infrastruktur menjadi momentum yang kuat karena didorong langsung oleh Presiden.

Ketiga , utang luar negeri swasta juga turun drastis sejak 2016 sebagai akibat dari kebijakan Bank Indonesia.

“Hal inilah yang membuat daya tahan ekonomi Indonesia menjadi lebih kuat terhadap risiko eksternal. Atas dasar itu, JCR meng-upgrade rating sebesar satu notch dan mengubah outlook-nya menjadi stabil,” tulis Atsushida Masuda dan Shinichi Endo, Analis JCR dalam laporannya, kemarin. JCR menilai 15 paket ke bijakan yang dikeluarkan pemerintah telah mendorong perbaikan iklim investasi secara signifikan sehingga investasi di luar sektor sumber daya alam meningkat. Selain itu, bank sen tral juga terlibat dalam men jaga inflasi tetap terkendali.

Di bidang infrastruktur, keberadaan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) cukup strategis sehingga mendorong infra struktur lebih cepat. “Seki tar 60% proyek infrastruktur yang dalam tahap kons truksi menunjukkan begi tu cepatnya pem bangunan infrastruktur,” katanya.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan juga terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir di tengah menguatnya ekspor nonmigas. Defisit tersebut diprediksi terkendali di level 2% terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 2020. Cadangan devisa Indonesia juga dinilai kuat untuk me nahan guncangan eksternal.

Begitu juga dengan perbankan yang sehat dengan ting kat kecukupan modal dan rasio kredit bermasalah terjaga masing-masing di level 23,2% dan 2,89%. “Dari sisi fiskal, pemerintah telah mendorong reformasi fiskal sejak 2015 dengan memangkas subsidi energi dan meningkatkan belanja infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Upaya ini cukup berhasil mengurangi defisit anggaran dan memperkuat kualitas serta efisiensi belanja negara,” ujarnya. Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo mengatakan, peningkatan rating oleh JCR tersebut mencer minkan semakin meningkatnya keyakinan lembaga inter nasional terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan komitmen pemerintah memperbaiki struktur ekonomi ke depan.

“Pencapaian ini juga menun jukkan upaya sinergi kebijakan yang harmonis antara Bank Indonesia dan peme rintah yang mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan sehingga memberikan suasana kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Agus, kemarin.

Ke depan, kata Agus Marto, Bank Indonesia akan lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan di dalam bauran kebijakan yang ditempuh. Bank Indonesia juga akan terus memberikan komit men dan kontribusi nyata da lam mendukung upaya re formasi struktural pemerintah bagi terwujudnya pertum buh an ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif.

Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira berpen dapat, kenaikan rating ini harus disikapi positif karena menandakan turunnya risiko surat utang Indonesia. Dalam wak tu dekat, Moodys juga mem beri sinyal untuk menaikkan rating. “Outlook yang positif akan menarik dana investasi global ke Indonesia,” katanya saat dihubungi, kemarin.

Sepanjang 2017 setelah SnP menaikkan rating, surat utang menjadi investment grade dengan realisasi investasi tumbuh 13,1%. Selain itu, IHSG juga berkali-kali mencetak rekor, meskipun terjadi stock market crash di AS. Namun, IHSG bisa kembali rebound dalam waktu singkat.

“Ini bukti masih percayanya investor terhadap risiko di Indonesia,” kata Bhima. Selain itu, kepemilikan asing juga naik menjadi 41% dengan yield surat utang terus mengalami penurunan. Saat ini bunga surat utang pemerintah tenor 10 tahun sebesar 6,3% lebih rendah dari awal 2017 yang lebih dari 7%.

kunthi fahmar sandy

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com