SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pernah Tugas di Batam, Sukses Gulung Banyak Perompakan

  • Reporter:
  • Sabtu, 22 April 2017 | 17:55
  • Dibaca : 1027 kali
Pernah Tugas di Batam, Sukses Gulung Banyak Perompakan
Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno. Foto Joko Sulistyo,

:: Lebih Dekat dengan Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, Komandan Lantamal IV Tanjungpinang

Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno kembali lagi ke Kepri. Pernah sukses menjadi Komandan Lanal Batam, Ribut Eko dinilai sangat memahami Kepri dan perairannya.

Nada terakhir lagu Andhika Bhayangkari dimainkan oleh Satuan Musik Lantamal IV di ujung lapangan. Upacara penyerahan tongkat komando dari Laksamana Pertama TNI S Irawan kepada Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno hampir usai, Jumat (21/4). Panglima Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Aan Kurnia menerima penghormatan penutup dari komandan upacara. Ia kemudian bergegas menuruni podium dan menghampiri titik tempat pejabat yang melaksanakan sertijab berdiri.

Ucapan selamat, salam komando dan tanya jawab ringan berakhir ketika sejumlah jurnalis mendekat dan meminta sesi wawancara. Mendapatkan giliran bicara setelah Pangarmabar, Ribut menyapa dan menjawab beberapa pertanyaan.

“Pak Irawan itu kakak dan sekaligus guru saya, beberapa kali saya tempati jabatan yang beliau tinggalkan” ungkap Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno.

Pria kelahiran Jakarta 13 Maret 1969 tersebut menyebut sejak di Lantamal I Medan, ia beberapa kali menapak tilas jabatan yang ditinggalkan Laksamana Pertama TNI S Irawan. Ibarat seorang pelari estafet, Ribut telah mencatat beberapa kali sukses melaju meneruskan tongkat dari Irawan.

Mantan Danlanal Batam ini termasuk perwira yang memiliki pengalaman komplit. Sejak lulus Akademi Angkatan Laut tahun 1990 silam, ia mengenyam berbagai macam tugas dan menempati jabatan strategis di sejumlah satuan.

Mengawali karier di Kodikal selepas pendidikan militer di AAL dan berpangkat Letnan Dua, Ribut sudah berpindah tugas sebagai Asisten Kepala Departemen Navigasi dan Operasi KRI Sibarau 847 pada bulan ke 9 kedinasannya.

Tidak menunggu lama, ia segera mendapatkan promosi sebagai Kepala Departemen Navigasi dan Operasi di KRI Sigurot 864 tiga bulan kemudian, tepatnya tahun 1992 silam. Jabatan Kadepnop di KRI Attack Class buatan galangan Eaven Deakin Australia itu ia emban hingga tahun 1994. Selanjutnya, seiring kenaikan pangkat, Ribut kemudian ditugaskan kembali ke kapal lamanya KRI Sibarau dan dipercaya sebagai Palaksa (Perwira Pelaksana/Wakil Komandan).

Tahun 1994 Ribut menempuh pendidikan brevet Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan langsung mendarat untuk bertugas di jajaran pasukan elite TNI AL tersebut. Terlahir sebagai pelaut, Ribut memiliki naluri tempur dan intelijen yang mumpuni setelah mendapatkan gemblengan di Kopaska. Wajar kemudian ia dipercaya menjadi Wakil Komandan Detasemen II Satpaska saat berpangkat Kapten pada tahun 1996.

Selama menyandang pangkat tertinggi golongan perwira pertama militer tersebut, Ribut malang melintang menduduki berbagai posisi penting. Terhitung posisi sebaga ketua tim intel dan pengamanan, koordinator operasi, hingga terakhir menduduki jabatan Komandan KIMA Satpaska Koarmabar pada tahun 2000.

Tahun 2001 Ribut menapaki jenjang perwira menengah. Berstatus sebagai Mayor yunior, ia menempati posisi sebagai Kepala Seksi Operasi dan Latihan di Satpaska Koarmabar hingga selanjutnya ditugaskan kembali melaut setahun kemudian.

Ribut kembali ke air. Jabatan Komandan Satuan Patroli Terbatas Lantamal I Medan adalah pintu permulaan ia meniti jenjang karier bergengsi. Dua tahun berikutnya, Ribut mendapat tugas untuk menempati posisi sebagai Palaksa KRI Teluk Banten 516. Masih berpangkat Kapten, Ribut mendapat kepercayaan untuk mengomandani KRI Teluk Cendrawasih pada tahun 2005.

Jabatan komandan untuk beberapa jenis KRI diperuntukkan bagi perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel. Ribut yang mendapatkan kenaikan pangkat sebagai Letkol pada tahun 2007 justru kembali harus lego jangkar dan ditugaskan ke daratan, kembali ke Satpaska.

Tahun 2008 Ribut mulai menempati jabatan strategis sebagai Komandan Pangkalan TNI AL. Saat itu demi menjalankan tugas, ia harus tinggal selama setahun penuh di Timika saat menjabat sebagai Danlanal di wilayah Indonesia timur itu.

Selang setahun, ia kembali ke Jakarta untuk mengemban tugas sebagai Pabandya Angkutan Laut Militer Mabesal di mana ia berdinas hingga tahun 2011. Lepas dari Mabesal, ia ditugaskan kembali ke Satpaska Koarmabar, kali ini menjabat sebagai Komandan Satuan seiring dengan kenaikan pangkatnya ke level Kolonel.

Sempat mencicipi tugas sebagai staf ahli operasi di Sekolah Staf Komando (Sesko) TNI, Ribut kemudian mendapatkan promosi sebagai Komandan Lanal Batam pada 30 Desember 2013.

Sepak terjang Ribut yang matang di operasi militer, pasukan komando, intelijen dan sebagai pelaut selama di Batam tergolong moncer. Pribadi kalem yang jarang bersuara keras ini dinilai sukses besar saat dipercaya menjadi tuan rumah Multilateran Naval Exercise Komodo (MNEK) I. Kelihaian Ribut betul-betul diuji pada level tertingginya saat ia harus turut meminimalisir gesekan antara kontingen AL Rusia dan AL Amerika di Batam. Pada hajatan multinasional TNI AL saat itu, Rusia dan Amerika tengah bersitegang menyusul operasi militer si beruang merah menganeksasi Semenanjung Crimea, Ukraina.

Ribut kembali dituntut turut mengorkestrasikan perseteruan tingkat tinggi saat AL Singapura nyaris ngambek dan minta pulang dari hajatan MNEK karena Indonesia menamai KRI jenis Multirole Light Fregate buatan Inggris dengan nama Usman Harun. Peran Danlanal Batam tidak dapat dibilang kecil, meskipun secara kepangkatan masih ada beberapa bintang yang turut mengurusi latihan nontempur dengan 18 negara itu.

Yang paling kentara, Ribut harus mengatur dengan jeli akomodasi, transportasi, hingga konsumsi peserta acara. Dengan peserta berjumlah ribuan dan menenteng senjata, sedikit saja sentimen akan memantik perselisihan dan bukan tidak mungkin akan berakhir ricuh.

Saat MNEK, kendati menjabat sebagai komandan, Ribut masih mau menggubris saat sejumlah prajurit AL Rusia kesulitan berbelanja karena tidak menemukan penukaran Rubel terhadap Rupiah. Ia kemudian menghubungi Bank Indonesia dan mendapatkan jaminan penerimaan Rubel, meskipun mata uang itu terhitung jarang dipertukarkan. Kejadian demi kejadian yang membutuhkan keputusan tepat selama kegiatan tersebut menjadi catatan bagi sejumlah petinggi TNI AL melihat performa Ribut.

Sebagai Komandan Lanal Batam, Ribut juga sukses menggulung berbagai sindikat perompakan, pencurian Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), dan beberapa kasus lainnya. Bersama Irawan, saat itu nama terakhir menjabat sebagai Asintel Pangarmabar, Ribut ikut membidani lahirnya Western Fleet Quick Response (WFQR).

Pengalaman mengatur strategi, keahlian intelejen, pemahaman peta perairan dan kemampuan tempur pasukan khusus adalah ruh dari WFQR. Satuan kecil yang bergerak efektif dan efisien dengan tumpuan informasi intelejen itu terbukti menjadi ukiran indah Lantamal IV Tanjungpinang. WFQR dan sistem pengendalian Lantamal IV bahkan menjadi role model hingga keluarnya perintah pembentukan tim sejenis di seluruh Lantamal.

Hasilnya, 1 tahun 3 bulan kejahatan dan kriminalitas laut di perairan Kepri berhasil ditekan hingga 80 persen. Penghargaan dan pujian terus mengalir baik dari pimpinan maupun pihak luar, meskipun bersamaan dengan tantangan dan ancaman dari para mafia pelaku kejahatan laut.

Termutakhir, pemerintah Malaysia hingga Gugus Tempur AL Amerika mengirimkan ucapan dan penghargaan atas prestasi WFQR. Paling mentereng, Panglima Armada Ke 7 US Navy yang berpangkalan di Okinawa, Jepang bahkan menyempatkan diri berkunjung ke Mabesal hanya untuk membicarakan prosedur operasi WFQR.

Lepas menjabat Danlanal Batam, Ribut kembali ke Kepri, kali ini meneruskan tongkat komando dari Irawan, senior dan gurunya sebagai Danlantamal IV. Ia bertekad tidak mengendurkan standar yang diterapkan Irawan yang meninggalkan Kepri untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Pengamanan Angkatan Laut di Mabesal.

“Saya ikut membidani WFQR, akan saya lanjutkan merawat dan membesarkannya,” tutur Ribut memungkasi pembicaraan.

Memahami Kepri
Dalam upacara serah terima jabatan Danlantamal IV kemarin, Panglima Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Aan Kurnia berpesan secara khusus agar Ribut segera bekerja karena dipandang tidak membutuhkan penyesuaian yang lama dengan lingkungan kerja baru. Ia meminta Ribut Eko untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai komandan sebelumnya. Secara khusus ia meminta agar mantan Danlanal Batam tersebut tidak mengendorkan ritme kerja dan prestasi yang telah dicapai jajaran Lantamal IV selama berada di bawah komando Irawan.

“Ribut Eko ini bukan orang asing, sudah kenal medan, jangan kendor, langsung pakai gigi enam,” kata Aan tegas.

Pemilihan Ribut Eko sebagai Danlantamal IV selain memiliki prosedur baku yang berlaku internal, juga karena ia dinilai sukses bertugas sebagai Danlanal Batam. Di mata Aan, Ribut adalah perwira menengah yang berprestasi.

Peningkatan kinerja yang ditekankan oleh Pangarmabar meliputi kegiatan penegakan hukum di laut, memperketat pengawasan masuknya barang ilegal, dan menghentikan masuknya narkoba melalui jalur laut. Aan berpesan agar jajarannya tidak pernah lengah karena sebagai pintu masuk, Kepri dipandang sebagai prioritas perang negara terhadap peredaran narkoba di Indonesia.

Selain itu, Pangarmabar meminta Ribut untuk meningkatkan koordinasi dengan TNI AD, AU, Kepolisian, Bea Cukai dan Pemerintah Provinsi Kepri untuk menjamin keamanan dan kenyamanan di perairan Kepri.

“Yang perlu diingat, Lantamal IV adalah percontohan bagi Lantamal lain, terutama untuk WFQR-nya. Ribut Eko harus pertahankan itu,” lanjutnya.

Sebagai daerah perbatasan, pengawasan lalulintas kapal di perairan Kepri merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Ratusan pelabuhan resmi maupun pelabuhan tikus yang ada di pulau-pulau di Kepri kerap menyisakan celah yang kurang mendapat pengawasan sehingga dimanfaatkan untuk keluar masuknya barang ilegal. Pencegahan masuknya narkoba asal negara tetangga melalui jalur laut menurut Irawan menjadi salah satu yang diprioritaskan oleh Presiden Joko Widodo.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com