SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Petani Karet Kian Terpuruk

  • Reporter:
  • Senin, 22 Januari 2018 | 10:28
  • Dibaca : 109 kali
Petani Karet Kian Terpuruk
Petani karet di Desa Tapau Natuna mendapat bantuan bibit unggul dari Pemkab Natuna, Minggu (21/1/2018). Petani kian terpuruk dengan rendahnya harga karet di pasaran. /sholeh ariyanto

NATUNA – Petani karet di Natuna kian terpuruk karena harga komoditas ini belum terangkat sejak tahun lalu. Bantuan bibit dari Pemkab juga tak mempan memperbaiki situasi petani.

Harga karet di Natuna terus anjlok anjlok dari Rp10 ribu per kilogram menjadi Rp5 ribu perkilogram sejak beberapa bulan terakhir. Harga dari tahun lalu juga tak pernah beranjak menembus Rp10 ribu.

Harga karet ini mulai berimbas buruk bagi petani sehingga sebagian besar dari mereka berhenti menggarap kebun dan beralih mencari pekerjaan lain. Bagi pemilik kebun karet terpasa mengurangi tenaga pengambil getah karet atau nyadap.

“Kalau dengan harga segitu, kami rugi karena tidak sebanding dengan biaya produksi,” ungkap Salimin, petani karet di Desa Tapau, kemarin.

Menurut petani, beberapa bulan terakhir harga karet cukup stagnan di kisaran harga paling rendah Rp5 ribu perkilogram sampai harga tertinggi Rp7 ribu perkilogram. Harga yang anjlok ini memaksa petani memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari pendapatan lain di luar mengambil getah.

“Minimal harga Rp10 ribu atau lebih sedikit baru kami bisa lega dan keuangan membaik. Sebagian masyarakat sini menyekolahkan anak sampai kuliah dari karet, harga sekarang tidak cukup buat biaya sekolah. Buat makan saja sudah pas-pasan,” papar Tusiman, petani karet di Desa Harapan Jaya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com