SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Gerebek Gelper Tarigan House Game

  • Reporter:
  • Selasa, 4 Desember 2018 | 14:41
  • Dibaca : 148 kali
Polisi Gerebek Gelper Tarigan House Game
Tim Jatanras Satreskrim Polresta Barelang menggerebek arena gelper Tarigan House Game di Pasar Pagi Jodoh, Sabtu (25/11). f romi kurniawan

LUBUKBAJA – Tim Jatanras Satreskrim Polresta Barelang menggerebek gelanggang permainan (gelper) Tarigan House Game di Pasar Pagi, tepatnya seberang Top 100 Jodoh karena terindikasi melakukan praktik perjudian, Sabtu (25/11) sekira pukul 23.00.

Dalam lokasi. polisi menangkap empat pelaku terdiri dari pemain, pengelola dan karyawan gelper. Mereka yang diamankan, yakni Rika Agustin (27), Jhon Sakon Ginting Saragih (38), Eddy Ardian Surbakti (38) dan Bobby Sinulingga (30). Dari lokasi, polisi menyita satu mesin gelper dan uang tuani Rp1.150.000.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, penangkapan ini berawal dari Informasi masyarakat tentang adanya perjudian di Tarigan House Game.
“Kami melakukan penyelidikan lapangan, dan benar di pasar pagi depan Top 100 Jodoh ada perjudian di lokasi gelper,” ujarnya, Senin (3/12).

Para pelaku yang diamankan beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolresta Barelang. Sementara lokasi kejadian diberi garis polisi. “Keempat pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Andri.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menggerebek arena gelanggang permainan (gelper) Hokki Bear Game di lantai 2 Top 100 Tembesi, Minggu (20/11) sekira pukul 20.00. Dari lokasi, polisi mengamankan sembilan tersangka dengan berbagai peran.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Hernowo menyampaikan, penggerebekan bermula dari informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya dugaan tindak pidana perjudian di lokasi tersebut. “Modusnya, pemain bermain lalu mengumpulkan koin. Koin terkumpul lalu ditukar dengan uang,” ujarnya.

Penukaran uang, sambungnya, dilakukan keesokan harinya. Lokasi penukaran berada tak jauh dari kasir. Sehingga masuk dalam unsur perjudian.

Saat penggrebekan, polisi mengamankan 15 orang pelaku untuk diperiksa. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin penghitung koin, koin permainan, 2 chip mesin permainan, mesin permainan jenis bubble dan balon dan uang tunai Rp60,8 juta. “Dari 15 orang pelaku yang diamankan, 9 orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Hernowo.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni JP sebagai pengawas, FI dan YE sebagai kasir. Keduanya wanita. Lalu, FE sebagai kepala teknisi, YA sebagai teknisi, TS dan SU selaku penukar, dan YU serta NI sebagai pemain. Para tersangka diganjar dengan pasal 303 jo 303 bis jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun kurungan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com