SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Portal Pendaftaran CPNS Sulit Diakses, Selalu Gagal saat Registrasi

  • Reporter:
  • Senin, 1 Oktober 2018 | 09:05
  • Dibaca : 323 kali
Portal Pendaftaran CPNS Sulit Diakses, Selalu Gagal saat Registrasi
Laman pendaftaran akun SSCN 2018. Sejumlah warga mengeluh kesulitan saat registrasi. /FADHIL

PINANG – Sejumlah warga di Kepri mengeluh akibat sulitnya mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui laman https://sscn.bkn.go.id/. Penasaran, SINDO BATAM juga mencoba mendaftar, hasilnya lebih dari dua jam, registrasi di laman tersebut tak kunjung berhasil.

Saat masuk ke laman utama, tidak ada masalah. Bisa diakses. Sejumlah pilihan menu ada. Dan salah satu menu yang harus diklik, registrasi. Di laman registrasi https://sscnakun.bkn.go.id/registrasi.html ini terdapat langkah pendaftaran akun. Yang harus diisi Jenis Formasi, Nomor Induk Kependudukan (NIK), NIK Kartu Keluarga (KK), dan kode captcha untuk memastikan bahwa jawaban tidak dihasilkan oleh suatu komputer.

Semua langkah sudah diikuti SINDO BATAM, sayangnya proses pendaftaran tersebut sangat lama, bahkan gagal. Tidak hanya itu saya banyak keluhan lain, salah satunya bahkan sulit mengakses laman utama pendaftaran CPNS tersebut.

“Saya sudah berusaha berkali-kali dan bahkan diulang setiap hari untuk mengakses laman tersebut, namun selalu gagal dan tidak pernah bisa masuk,” kata Devi warga Tanjungpinang, Minggu (30/9).

Padahal, sejumlah persyaratan sudah ia siapkan, bahkan jauh hari sejak adanya pengumuman pembukaan formasi CPNS di seluruh Indonesia itu. “Saya sampai hari ini (kemarin) masih terus mencobanya,” kata dia.

Menaggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah mengatakan pihaknya akan segera melaporkan permasalahan yang terjadi pada proses pendaftaran CPNS tahun 2018 ini ke Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) pusat.

“Saya sudah terima beberapa keluhan dari masyarakat dari beberapa daerah terkait sulitnya mengakses laman pendaftaran di website resmi penerimaan CPNS tahun 2018,” ujar Arif di Tanjungpinang.

Ke depannya, lanjut Arif pihaknya akan segera melaporkan ke pemerintah pusat untuk dapat dicarikan solusi. Sebab, bisa jadi karena konten penerimaan CPNS itu tidak mampu menampung di saat bersamaan ratusan ribu, bahkan jutaan masyarakat yang mengakses laman itu.

“Secepatnya akan kita laporkan ke Panselnas, agar permasalahan tersebut segera diatasi entah itu penambahan server atau bagaimana,” ungkap Arif.

Arif memastikan, meski Pemerintah Provinsi Kepri hanya sebagai fasilitator di daerah, namun pihaknya tetap akan terus berupaya agar proses penerimaan CPNS tahun 2018 di Provinsi Kepri ini berjalan baik dan lancar.

“Harapan kami tentunya agar proses ini berjalan lancar dan masyarakat yang akan mendaftar dapat diproses. Saya juga mengimbau bagi semua masyarakat agar tidak percaya dengan calo penerimaan CPNS, bila ada yang menawarkan dengan meminta uang jangan dilayani,” ujarnya.

Pemerintah membuka pendaftaran CPNS selama 15 hari mulai 26 September sampai 10 Oktober. Adapun untuk Kepri terdapat 2.145 formasi. Penerimaan untuk Pemko Batam paling banyak yakni 363 lowongan dan Pemprov Kepri paling sedikit, 192.

Untuk 363 formasi di Batam terdiri dari 197 guru, 129 tenaga kesehatan dan 30 tenaga teknis. Selain itu ada juga penerimaan sebanyak tujuh lowongan untuk honorer K2.

Kemudian, 197 guru itu terdiri dari guru SD sebanyak 41 orang. Kemudian guru mata pelajaran Agama Islam 38 orang, Kewarganegaraan 16 orang, Pendidikan Bahasa dan Sastra 21 orang, Bahasa Inggris 23 orang, Matematika 24 orang, IPA 23 orang dan IPS 11 orang. Rincian ini tercantum dalam pengumuman seleksi CPNS 2018 daerah termasuk juga jabatan-jabatan tenaga kesehatan dan tenaga teknis hingga penempatan. Pemko Batam mengumumumkan seleksi CPNS di media massa dan website Pemko Batam.

Penerimaan tahun ini juga menyediakan jalur khusus sebanyak 5 persen. Jalur penerimaan ini untuk lulusan cumlaude, penyandang disabilitas, putra-putri Papua, diaspora dan atlet berprestasi internasional.

Sementara di Tanjungpinang sebanyak 237 formasi. Rinciannya 164 guru, 56 tenaga kesehatan, 17 tenaga teknis dan 11 jalur khusus yakni lulusan cumlaude serta dua penyandang disabilitas.

Daerah lain, Anambas 296 formasi, Lingga 290 formasi, Natuna 290 formasi, Bintan 250 formasi, dan Karimun 227.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com