SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Rob Terjang Pantura Jateng

  • Reporter:
  • Sabtu, 28 April 2018 | 16:09
  • Dibaca : 173 kali
Rob Terjang Pantura Jateng

SEMARANG –Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah untuk mewaspadai naiknya gelombang air pasang atau rob ke pemukiman warga.

BMKG memperkirakan ba – kal menerjang wilayah garis Pantura Jawa Tengah hingga akhir Juni 2018 nanti. Kepala Sek si Data dan Informasi BMKG Klas I Kota Semarang Iis Har moko meng ungkapkan, peningkatan tinggi gelombang rob dipicu sejumlah faktor. Sa lah satunya kare na peralihan cua ca dari musim penghujan ke mu sim kemarau. “Rob me ner jang mulai dari Kota Semarang, Tegal sampai Pe ka longan. Ter ja ngan rob diprediksi sampai Juni, air naik dari siang sampai malam,” ungkap Iis Harmoko, kemarin. Dia juag memaparkan jika hem busan ombak tinggi juga ber potensi melanda perairan Laut Selatan Jawa Tengah. Berda sar pantauan BMKG, keting gian ombak laut selatan men ca pai kisaran2,5meterhingga4meter.

“Karena itu, kami me-war ning warga sekitar laut selatan, peringat an dini gelombang tinggi saat ini mencapai 4,0 meter,” sebut nya. Menurut dia, me reka yang terdampak peningkatan gelombang air pa sang adalah para nelayan di per airan Kebumen, Pur worejo, Cilacap hingga Yogya karta. Saat ini, semua nelayan sudah diperingatkan agar menepi dan ber henti melaut. Sementara itu, dampak abra si telah menimbulkan air pa sang besar merendam tujuh ke lurahan di Kecamatan Pe kalo ngan Utara. Di antaranya, Kelurahan Kandang Panjang, Krapyak, Panjang Wetan, Padu kuhan Kraton, Degayu, Bandengan, dan Panjang Baru. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Pe rumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekalongan Slamet Miftakhudin saat dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya telah menyediakan 14 pompa air untuk meng atasi rob tersebut.

“Pompa tersebut memiliki kapasitas 500-1.200 liter per de tik,” kata Slamet. Namun demikian, dia mengakui keberadaan pompa air tidak bisa maksimal karena be berapa wilayah dipenuhi dengan sampah. “Seperti di wilayah Kra pyak, banyak sampah yang mengganggu kinerja pompa sehingga kinerjanya tidak bisa maksimal,” ungkapnya. Oleh karena itu, pihaknya juga mendorong warga menjaga pompa air dan menjaga ling kung an. “Selain itu, kami juga sedang merampungkan pembuat an tanggul raksasa sebagai pe nahan rob,” tandas Slamet. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan Pur wanti menyatakan bahwa wilayah Kecamatan Peka lo ng – an Utara memiliki luas 1,488 meter persegi dengan jumlah penduduk 71,753 jiwa.

Wilayah tersebut terancam tenggelam jika tidak segera diatasi. “Kalau ti dak segera diatasi, bisa jadi Ke camatan Pekalongan Utara teng gelam karena rob. Semua ele men harus ikut menangani rob agar dampaknya tak se ma kin parah,” tegas Purwanti. Menurutnya, untuk mengatasi secara cepat salah satunya dengan melakukan penanaman mang rove. “Mangrove dapat men jadi tanggul hidup peng – halang air laut masuk per mu kiman,” ujarnya.

Ahmad antoni

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com