SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Satgas Pangan Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga Telur Signifikan

  • Reporter:
  • Jumat, 20 Juli 2018 | 13:27
  • Dibaca : 247 kali
Satgas Pangan Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga Telur Signifikan
Tim Satgas Pangan menggelar sidak telur ayam di salah satu sentra peternakan ayam petelur di Bintan, Kamis (19/7). f novel m sinaga

BINTAN – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bintan yang terdiri dari kepolisian dan Disperindagkop Bintan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di berbagai lokasi, baik pasar dan sentra peternakan ayam petelur di Bintan, Kamis (19/7/2018). Hasilnya, tim belum menemukan adanya lonjakan yang signifikan harga telur di Bintan.

“Harga masih wajar, dan belum ditemukan juga adanya keluhan dari masyarakat atas kenaikan harga telur,” kata Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperidagkop Bintan, Setia Kurniawan.

Untuk harga eceran di berbagai pasar swalayan dan pasar tradisional yang ditemukan di berbagai titik lokasi di Bintan Timur, pria yang akrab disapa Iwan ini menyampaikan, rata-rata kenaikan harga telur di Bintan hanya mengalami kenaikan Rp100 per butirnya. “Yang sebelumnya dijual Rp1.400 kini menjadi Rp1.500,” ujarnya.

Begitu juga dengan stok persediaan kebutuhan telur yang ada di wilayah Bintan, stok dari pihak distributor produk telur masih aman. Hal ini didapat setelah turun ke lokasi para pelaku usaha ternak ayam petelur di Kecamatan Toapaya, yang merupakan salah satu pusat penyedia pasokan telur untuk wilayah Bintan.

Hanya saja, ia berpesan kepada para pelaku usaha ternak telur di Bintan agar tidak mengirim atau mendistribusikan produk telur mereka ke luar Bintan. Hal ini demi menjaga stabilitas harga telur di dalam wilayah Bintan, sehingga tidak ada gejolak kenaikan harga telur.

“Kami mengharapkan pihak penghasil, pihak kandang atau produsen tidak menjual telur keluar daerah dulu. Antisipasi harga di kita (Bintan) jadi lebih tinggi,” katanya.

Para pelaku usaha distributor telur menyampaikan pihaknya hingga saat ini belum melakukan penjualan telur ke luar lokasi wilayah Bintan. “Jujur kalau kami sejauh ini hanya memasarkan telur hanya di wilayah Bintan dan Tanjungpinang,” kata Aan, salah satu pengelola kandang.

Meski mendapatkan keuntungan besar jika menjual produk telur milik ke luar wilayah Bintan, dengan kenaikan harga telur yang melonjak tajam, namun pria yang keseharian sebagai peternak ayam petelur itu belum terpikir untuk menjual telur miliknya ke luar daerah.

“Kalau jual ke luar daerah, biayanya juga bertambah, meski harga diluar daerah melonjak. Kebutuhan yang harus dipenuhi di Bintan permintaannya juga sudah cukup,makanya jual disini saja,” ujarnya. novel m sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com