SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tak Selesai Urus UWTO, Rina Dimintai Ganti Rugi 150 Persen

  • Reporter:
  • Selasa, 30 Mei 2017 | 13:55
  • Dibaca : 299 kali
Tak Selesai Urus UWTO, Rina Dimintai Ganti Rugi 150 Persen
Rina Elvira Sinaga terseret ke persidangan. Foto Aini Lestari.

BATAM KOTA – Rina Elvira Sinaga, yang tersangkut kasus penipuan kembali menjalani sidang dengan agenda pemeriksan terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Senin (29/5).

Dalam persidangan dia mengaku sempat mencoba mengembalikan uang pengurusan UWTO namun kliennya meminta ganti rugi 150 persen.

Kepada majelis hakim Endi Nurindra, Renni Pitua Ambarita dan Taufik Nainggolan, Rina mengaku menerima pembayaran dari pihak PT Remote Oilfild Service sebesar Rp75 juta. Uang tersebut diterimanya dalam dua kali pembayaran.

“Pembayaran pertama Rp35 juta dan yang kedua Rp40 juta, Yang Mulia,” kata terdakwa.

Rina menjelaskan, pengurusan perpanjangan UWTO yang dipercayakan kepadanya tidak dapat dilakukannya karena banyaknya dokumen-dokumen persyaratan yang tidak dipenuhi oleh kliennya tersebut.

“Dokumen belum lengkap seperti dokumen induk, PL, SPJ, IPH dan juga dokumen lain seperti KTP direktur, akta RUPS terakhir dan rekening koran perusahaan,” katanya.

Jangka waktu dua bulan yang diberikan klien kepada Rina tidak cukup untuk pengurusan perpanjangan UWTO tersebut. Karena tak kunjung selesai, Rina mencoba membatalkan perjanjian pengurusan perpanjangan UWTO tersebut dan mengembalikan uang yang telah diterimanya.

Waktu itu, dia disuruh menemui pengacara perusahaan namun diminta mengembalikan kerugian sebesar 150 persen, termasuk harus membayar jasa pengacara itu.

“Saya mana punya uang sebanyak itu, Yang Mulia. Saya sudah mencoba untuk mengembalikan, tapi saya seperti ditekan,” kata Rina sembari menangis.

Rina mengaku, uang sebesar Rp75 juta tersebut masih disimpannya di rekening tabungan. Namun, saat diminta bukti tabungan tersebut oleh majelis hakim, Rina tidak dapat menunjukkannya. “Saya tidak bawa buku rekening, Yang Mulia,” ujarnya.

Sebelumnya, Rina disidang dengan alasan telah melakukan penipuan dan penggelapan dalam pengurusan UWTO milik PT Remote Oilfild Service. Wanita yang dikabarkan berprofesi sebagai agen properti ini telah merugikan korbannya hingga Rp75.409.280.

Dalam dakwaan, Rina dijerat dengan dakwaan pertama pasal 378 KUHP. Perbuatan Rina berawal ketika David John Eade selalu direktur dan pemilik PT Remote Oilfild Service hendak menjual gudang yang berlokasi di Jalan Todak A 2, Batu Ampar.
Selanjutnya, saksi Gusni Dewi selaku account officer di perusahaan tersebut memperkenalkan David kepada Rina pada September 2015.

Kepada Rina, David menyampaikan niatnya untuk menjual gudang tersebut. Hingga akhirnya, David meminta bantuan Rina untuk pengurusan perpanjangan UWTO gudang tersebut yang dikatakan Rina akan berakhir di tahun 2016. Kala itu, Rina menjanjikan waktu pengurusan selama dua Bulan.

Dalam proses pengurusan perpanjangan tersebut, Rina menetapkan tarif jasa sebesar Rp35 juta. Sedangkan perpanjangan UWTO dikenakan biaya sebesar Rp40.409.208. Jumlah tersebut disetujui oleh David.

Hingga akhirnya, setelah sejumlah dokumen diserahkan kepada Rina, David juga menyerahkan uang sebesar Rp35 juta. Selang sebulan kemudian, David kembali menyerahkan uang sebesar Rp40.409.208. Namun, setelah dua bulan berlalu, Rina tak kunjung memberi penjelasan terkait proses perpanjangan UWTO tersebut.

Bahkan terdakwa sulit dihubungi. Hingga akhirnya, saksi Gusni Dewi mendatangi kantor Otorita Batam dan menanyakan perihal perpanjangan UWTO tersebut. “Pejabat Otorita Batam menjelaskan bahwa tidak ada pengurusan perpanjangan UWTO atas nama PT Remote Oilfild Service,” kata JPU Yogi membacakan dakwaan.

Hal tersebut membuat David merasa telah dibohongi. Dan karenanya, David juga mengalami kerugian senilai Rp75.409.208. Akibatnya, David melaporkan Rina ke pihak kepolisian.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com