SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tersangka Korupsi Pompong Ditahan

  • Reporter:
  • Rabu, 8 Agustus 2018 | 09:50
  • Dibaca : 151 kali
Tersangka Korupsi Pompong Ditahan
Tersangka korupsi pompong Jefrizal digiring ke mobil tahanan Kejari Lingga sebelum dikirim ke lapas, Senin (6/8) sore. /jamariken tambunan

LINGGA – Kejaksaan Negeri Lingga menahan Jefrizal, tersangka kasus korupsi pengadaan pompong untuk anak sekolah, kemarin malam. Selain Jefrizal, pemilik CV Mekar Cahaya, Henerty, yang juga ditetapkan tersangka dinyatakan buron.

Jefrizal dan Hernety ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat transportasi laut yang berjumlah enam pompong di Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga pada 2017.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Lingga Alexander Silaen mengungkapkan Jefrizal (42) adalah Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit II panitia lelang pengadaan pompong. Sedangkan Hernety selaku pemilik CV Mekar Cahaya, penyedia pompong.

Tersangka diduga menggelembungkan anggaran pengadaan enam pompong untuk anak sekolah. Menurut Alexander, penggelembungan nilai proyek mencapai Rp125.000.000 dari pagu anggaran Rp537.000.000. Jefrizal sudah ditahan terhitung sejak Senin (6/8) sore. Dia ditahan sementara di Lapas Tanjungpinang Cabang Dabosingkep.

“Tersangka Jefrizal ditahan sementara selama dua puluh hari ke depan sambil menunggu pelimpahan berkas perkara ke PN Tanjungpinang,” papar Alexander dalam konferensi pers di Kejari Lingga, Senin (6/8).

Kejaksaan kemudian memasukkan Hernety (27) ke dalam daftar pencarian orang (DPO) karena mangkir dari panggilan penyidik. Status DPO itu sudah disampaikan kepada Kejaksaan Tinggi Kepri di Tanjungpinang dan diteruskan ke Polda Kepri. Herneti dicari aparat untuk diperintahkan ditahan.

Alexander menyatakan penyidik sudah memanggil Hernety sebanyak tiga kali. Hernety mengutus pengacaranya untuk menemui penyidik. Alhasil, terhitung sejak Senin (6/8), Kejari menetapkan Hernety sebagai tersangka kasus korupsi pompong sekaligus berstatus DPO.

“Pengacaranya mengaku tidak tahu dimana keberadaan kliennya,” sambung Alexander.

Tersangka Jefrizal dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi No.20/2001 dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun penjara.

Kasus korupsi pengadaan pompong ini diketahui diselidiki Kejari Lingga sejak tiga bulan terakhir. Alexander mengatakan kasus itu masih terus dikembangkan karena kemungkinan masih ada tersangka baru.

Pengadaan pompong untuk anak sekolah di beberapa desa di Kabupaten Lingga ini diperiksa oleh kejaksaan karena ada dugaan unsur penyalahgunaan anggaran yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga. Hingga 10 Mei lalu, polisi sudah memeriksa 18 saksi termasuk saksi ahli.

Selain kasus korupsi pengadaan pompong, Kejari menyatakan dalam pengembangan beberapa kasus dugaan korupsi lain di Lingga.

“Kami sedang mengembangkan beberapa kasus korupsi lain,” tegas Alexander.

Sebelumnya, Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek tersebut, Sarman membenarkan juga adanya proyek pengadaan pompong yang dalam pemeriksaan pihak kejaksaan. Namun dirinya menolak untuk menyampaikan permasalahan yang dialaminya, karena kata dia sedang tidak berada dikantor.

“Kami serahkan prosesnya ke pihak kejaksaan, dan memang benar kami diperiksa untuk kelanjutannya kita menunggu pihak kejaksaan,” pungkas dia pada 29 Maret 2018, dikutip dari Kantor Berita Antara. jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com