SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

THR Dibayar Seminggu Sebelum Lebaran

  • Reporter:
  • Jumat, 26 Mei 2017 | 12:58
  • Dibaca : 511 kali
THR Dibayar Seminggu Sebelum Lebaran
ilustrasi

SEKUPANG – Pemko Batam melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menyurati perusahaan di Batam agar memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan sesuai Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjan, serta peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan.

“Jauh-jauh hari segera diingatkan agar tidak terabaikan hak karyawan dan juga sebagai antisipasi perusahaan yang tidak menunaikan kewajibannya,” kata anggota Komisi IV DPRD Kota, Aman, Kamis (25/5).

Dia menerima informasi bahwa ada perusahaan yang sengaja melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) menjelang Ramadan dan membuka lowongan kerja baru untuk menghindari pemberian THR. Menurut Aman, pemerintah daerah bisa mencegah agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi karena sangat merugikan karyawan.

“Kalau karyawan baru tentu tidak dapat THR. Peran pemerintah sangat penting karena perusahaan yang memutuskan hubungan kerja akan melapor ke Disnaker,” katanya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan tenaga kerja dialihkan ke provinsi. Namun untuk mengawasi setiap pelanggaran terhadap hak-hak karyawan juga dapat diawasi oleh Disnaker Kota batam. “Karyawan juga harus pro aktif. Laporkan jika memang terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan,” jelasnya.

Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti mengatakan, pihaknya telah menyurati perusahaan yang beroperasi di Batam terkait pembayaran THR satu minggu sebelum lebaran.

Setiap karyawan yang telah bekerja berhak menerima THR berdasarkan masa kerja. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjan, serta peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR keagamaan. “Ada perhitunganya, mulai dari satu bulan hingga 12 bulan kerja,” ujarnya.

THR merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan perusahaan kepada karyawan sesuai dengan peraturan di atas atau bisa juga berdasarkan kesepatan bersama antara pengusaha dengan pekerja. “Jika jumlahnya lebih besar dari aturan, silakan bayar sesuai dengan peraturan bersama yang telah disepakati,” kata Rudi.

Dia tidak menampik menjelang lebaran ini banyak terjadi PHK, namun itu menjadi kebijakan dari perusahaan. Selain itu pihaknya juga mengimbau karyawan yang tidak menerima hak THR bisa melapor ke Disnaker Batam. “Ada yang di PHK satu minggu jelang lebaran, sehingga mereka tidak mendapatkan THR, dan itu ada peraturannya,” katanya.

Berdasarkan aturan, sambungnya, karyawan yang di PHK jelang lebaran memang tidak mendapatkan THR. “Untuk pengawasan kami serahkan kepada provinsi. Karena sudah mereka yang berwenang melakukan pengawasan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com