SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tindak Tegas Pembakar Hutan

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Agustus 2019 | 09:40
  • Dibaca : 68 kali
Tindak Tegas Pembakar Hutan
Bupati Bintan Apri Sujadi meninjau lokasi kebakaran hutan di Desa Siantan, Kecamatan Teluk Bintan, Senin (19/8). /RINTO SITUMORANG

BINTAN – Bupati Bintan Apri Sujadi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendali dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Senin (19/8). Ia ingin dengan adanya satgas ini bertindak tegas agar tak terjadi kebakaran hutan di daerah ini.

“Tegas saya ingatkan, jangan lagi hanya sekedar rapat dan rapat kemudian selesai. Laksanakan, aplikasikan apa yang didapat dari rapat. Untuk satgas saya minta tunjukkan aksi, jangan hanya sekadar seremoni,” tegasnya dalam rapat bersama Forum Koodinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh Lurah dan Kepala Desa di Bintan.

Setelah dibentuknya satgas itu, Bupati mengintruksikan untuk siaga dan sigap menghadapi fenomena kebakaran. Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang dan Dandim 0315 Bintan Letkol Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa juga menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen ini.

Senada dengan itu, Bupati Apri juga meminta semua Camat membentuk Satgas di tingkat kecamatan masing-masing dengan melibatkan Kapolsek dan Danramil. Selanjutnya semua Kepala Desa untuk tingkat desa masing-masing dengan melibatkan Babinkamtibnas dan Babinsa. “Waktu diberikan untuk dua hari tiap desa, di setiap kecamatan. Segera bentuk dan segera laporkan. Data semua nomor yang bisa dihubungi untuk tiap Kasatgas. Jangan sampai ada jeda dalam pelaporan dan komunikasi,” lanjut Apri.

Usai rapat, Apri bersama rombongan turun langsung memadamkan kobaran api di Desa Siantan, Kecamatan Teluk Bintan. Ia juga terlihat berdiskusi bersama tokoh masyarakat serta mengimbau agar masyarakat terlibat aktif dalam penanganan kebakaran. “Masyarakat, kita minta peran aktif. Kebakaran lahan yang terjadi menjadi persoalan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara di daerah lain, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto dalam apel Kesiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Mapolres Natuna, Senin (19/8) pagi, mengatakan, Karhutla adalah salah satu masalah utama yang tidak bisa dipisahkan dari hutan Indonesia. Untuk itu seluruh elemen ikut bertanggung jawab dalam pengawasan lingkungan sekitar agar tidak terjadi kebakaran hutan secara massal. “Dampak dari Karhutla sudah jelas, yakni munculnya kabut asap, suhu udara menjadi panas, hutan menjadi gersang, seluruh makhluk hidup sudah pasti terganggu,” ujar Kapolres Nugroho.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Nugroho juga menyampaikan atensi dari Presiden RI Joko Widodo kepada peserta rakornas Karhutla 2019 di Istana Negara. Pertama, memprioritaskan pencegahan kebakaran melalui patroli dan deteksi dini. Kedua, penataan ekosistem gambut agar gambut tetap basah dan buat embung tahan kemarau yang tidak mengering saat kemarau. Ketiga, segera mungkin padamkan bila ada api dan lakukan pemadaman sebelum api menjadi besar. “Keempat, langkah penegakkan hukum yang sudah baik terus ditingkatkan serta konsisten sehingga memberi efek jera kepada pelaku pembakaran,” tegas Kapolres.

rinto situmorang/ sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com