SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tindak Tegas Penjual Miras Oplosan

  • Reporter:
  • Sabtu, 21 April 2018 | 14:26
  • Dibaca : 97 kali
Tindak Tegas Penjual Miras Oplosan

BANDUNG –Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengancam akan memberikan sanksi mutasi terhadap jajaran kepolisian yang “main mata” dengan produsen dan penjual minuman keras (miras) ilegal.

Tindakan tegas, kata Syafrudin, harus dilakukan karena mi ras ilegal sangat mem ba haya kan kesehatan dan jiwa manusia. Seperti terjadi di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Sukabumi, dan daerah-daerah lain, puluhan orang tewas akibat mengonsumsi miras ter sebut.

Bahkan, total korban tewas akibat miras oplosan di wilayah Jabar mencapai 62 orang. “Saya sebagai orang nomor dua di institusi Polri, tidak segan untuk melakukan mutasi ke pada jajaran yang tidak me lakukan tindakan tegas terhadap produsen dan penjual miras oplosan.

Kalau ada anggota Polri, dia tahu ada penjual miras oplos an, tapi mendiamkan saja, saya akan lakukan tindakan tegas. Ini (pemberantasan miras) harus jadi fokus. Konsekuensi yang tidak serius, para kapolda, ka polres, dan kapolsek, kami tahu yang tidak serius dan akan diganti.

Masalah miras harus dihentikan,” kata Syafrudin saat ekspos kasus miras oplosan maut di rumah bos produsen mi ras Syamsudin Simbolon di Jalan By PassRT03/08Cica leng kaWetan, Ke camatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, kemarin. Wakapolri hadir didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kapolres Bandung AKBP Hendra, dan Bupati Bandung Dadang M Naser.

Tam pak pula dihadirkan tersangka Samsudin Simbolon, Ham ciak Manik (istri Sam sudin), Julianto Silalahi (agen pen jual miras), dan Willy (pe gawai pabrik miras). Syafrudin mengatakan, untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan miras, semua stakeholder harus terlibat. Bu kan hanya polisi, tapi juga pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

“Semua pihak ha rus terlibat bersama Polri menangani masalah ini,” ujar dia. Disinggung tentang tin dakan hukum terhadap para tersangka, Wakapolri mene gas kan, Ditres Narkoba Polda Jabar dan Sat res Narkoba Polrestabes Bandung akan menerapkan pasalpasal dengan hukuman mak simal.

Sebab kasus miras di Cicalengka dan Majalaya Kabu paten Bandung telah berka te gori ke jadi an luar biasa. Jumlah kor ban te was mencapai 45 orang, dan ra tusan orang dira wat. “Penerapan ancaman hukum an maksimal itu, wujud nyata serius kepolisian untuk menin dak tegas para pelaku produk si, penjual, dan pengedar miras,” tutur Syafrudin.

Sementara itu, Kapolda Ja bar Irjen Pol Agung Budi Mar yoto mengatakan, terdapatduabahan kimia yang membaha ya kan kese hatan dan jiwa ma nu sia dalam miras racikan tersangka Samsudin Simbolon. “Dari hasil uji laboratorium forensik, ada kan dungan Methanol dan alkohol dalam miras itu (buatan Samsudin),” kataAgungditem patsama.

Akibat zat berbahaya itu masuk ke dalam tubuh, ujar Agung, para korban sebagian besar meng alami gejala mual, muntah, sesak napas, dan kejang. Ka rena terlambat mendapatkan penanganan medis, pu luhan korban meregang nyawa. “Un tuk reaksinya, tergantung kon disi tubuh, ada yang sehari, ada yang lebih,” ujar Kapolda.

Saat ini pun, tutur Agung, penyidik Ditres Narkoba Polda Jabar dan Satres Narkoba Polres Ban dung masih memeriksa para tersangka untuk mengetahui cara meracikan miras tersebut. “Pa ra tersangka melanggar Pasal 204 Ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukum 15 dan 20 tahun penjara,” ungkap Agung. Diketahui, Polda Jabar menetapkan lima orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron dalam kasus ini.

Selain menangkap para tersangka, polisi juga menyita barang bukti dari rumah ter sangka Samsudin, antara miras oplos an jenis ginseng siap edar se ba nyak 5.376 botol, bahan da sar air meneral dalam kemasan 2.760 botol, bahan pewarna merek Redbell 468 botol kecil, alkohol 23 jeriken ukuran 25 liter, 66 dus serbuk suplemen, dua jeriken kecil essen, empat alat ukur alkohol, dan lain-lain.

Tersangka Samsudin dan istrinya Hamciak Manik mem produksi dan memper jualbelikan miras oplosan jenis gin seng. Akibat perbuatan pelaku, banyak korban yang mengalami sakit dan meninggal dunia. Sam sudin dan istrinya Hamciak Manik mulai memproduksi miras oplosan jenis ginseng sejak 2017 tepatnya sebelum lebaran.

Dalam sehari produksi minuman oplosan tersebut sebanyak 10 dus atau 240 botol, tergantung pesanan. Harga jual minuman miras oplosan jenis ginseng Rp270.000 per dus. Se dangkan harga per botol Rp20.00. Miras ilegal itu di edar kan di kawasan Nagreg, Cibiru, dan Cicalengka, Ka bupaten Ban dung.

Akibat mengonsumsi miras itu, sebanyak 45 orang di Kabupaten Bandung tewas. Perinciannya, di RSUD Cicalengka 34 orang, RS Majalaya tiga, RS AMC Cileunyi tujuh, dan di rumah korban satu orang. Sementara, di Kota Bandung tujuh orang meregang nyawa.

Sedangkan di Kabupaten Sukabumi tujuh orang tewas akibat miras tersebut. Kabupaten Cianjur dua orang tewas, dan di Ciamis satu orang. Total korban tewas akibat miras oplosan se-Jabar sebanyak 62 orang.

agus warsudi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com