SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

TP4D Kawal 208 Proyek Senilai Rp1,9 Triliun

  • Reporter:
  • Selasa, 25 September 2018 | 11:38
  • Dibaca : 197 kali
TP4D Kawal 208 Proyek Senilai Rp1,9 Triliun
ilustrasi

PINANG – Kejati Kepri komitmen akan terus mengawal semua pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah kabupatan, kota dan provinsi. Dengan harapan pembangunan infrastruktur berjalan lancar dan sesuai aturan, tidak timbul masalah hukum.

“Ya kami sudah komitmen akan mengawal pembangunan yang dilakukan pemerintahan yang ada di Kepri ini agar berjalan lancar,” kata Kajati Kepri Asri Agung Putra di Tanjungpinang, Minggu (23/9).

Asri juga menyebutkan, hal ini sesuai Inpres No 7 Tahun 2015 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi di intansi pemerintahan. Dan juga dipertegas dengan keputusan Jaksa Agung yang membentuk Tim Pendamping Pengawasan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

TP4D Kepri sendiri lanjutnya, sudah melaksanakan sesuai aturan dan tufoksinya, hal ini dengan telah terbukti dimana pendampingan seperti pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan I Dompak, pembangunan pusat pemerintahan Kepri dan juga proyek infrastruktur lainnya yang berjalan baik.

“TP4D melaksanakan fungsi pengawalan di Kepri, di tahun 2017 lalu ada sebanyak 171 proyek sterategis dengan total lebih dari Rp1.2 triliun dan berjalan baik tanpa ada hambatan dan tidak ada proses hukum,” tegasnya.

Begitu juga saat ini dimana Pemprov Kepri diusiannya yang menginjak 16 tahun, tengah gencar-gencarnya malakukan pembangunan infrastruktur. Tahun 2018 hingga Agustus, TP4D melakukan pengawalan proyek strategis sebanyak 208 dengan total Rp1,9 triliun.

“Kami juga siap mengawal proyek Gurindam 12 dengan total anggaran Rp415 miliar lebih, yang sebentar lagi akan dilaksanakan Pemprov Kepri dengan mulai peletakan batu pertamanya,” katanya.

Selain itu pengawalan juga dilakukan di pemerintahan Kabupaten dan Kota yang ada di Kepri. Seperti pembangunan jalan layang di Simpang Jam Batam, pemangunan TPA Batam dan juga proyek sterategis lainnya yang bersumber dari anggaran dari APBN dan APBD.

“Kami juga mengawal pembangunan landasan Bandara Letung, Anambas dengan kontrak sebesar Rp76 miliar, pembangunan bandara di Subi, Bandara di Tambelan, Bintan, Kantor Pembendaharaan Kepri sebesar Rp46 miliar dan proyek lain-lainnya,” ujarnya.

Asri menyebutkan, hingga saat ini dalam pengawalan pembangunan proyek infrastruktur di Kepri belum ada kendala yang timbul terkait kasus hukum dan lainnya. Pihaknya untuk melaksanakan ini bekerja keras, sebab sumber daya manusia (SDM) di Kejati dan khususnya TP4D Kepri yang masih sangat terbatas.

“Kami tidak pasrah begitu saja, kami berusaha bekerja keras agar pengawalan ini berjalan lancar di seluruh daerah di Kepri, dan hasilnya sangat baik semua berjalan lancar berkat dukungan dan kerja sama yang baik dari semua pihak,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Agung RI Prasetyo mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan oleh Kejati Kepri dalam pengawalan dan pengawasan pembangunan di Kepri, sehingga dapat berjalan dengan baik.

“Pembangunan jangan sampai tidak berjalan, sebab ini akan mempengaruhi serapan anggaran APBN dan APBD. Yang akan berimbas melemahnya perputaran perekonomian di tengah masyarakat,” katanya.

Hal ini tegasnya, menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat, bahkan Presiden sendiri langsung mengarahkan agar pembangunan infrastruktur di daerah jangan sampai terhambat.

“Ini sudah komitmen bersama, TP4D harus benar-benar bekerja dengan baik di daerah,” katanya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com