SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dishub Bintan Usul Bangun Pemecah Ombak

Dishub Bintan Usul Bangun Pemecah Ombak
Dermaga apung Pelabuhan Internasional Tanjung Berakit belum dioperasikan karena alur laut dangkal, Rabu (15/3). Foto Muhammad Bunga Ashab

BINTAN BUYU – Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan melalui Bidang Perhubungan Laut mengusulkan pembangunan pemecah ombak (breakwater) di Pelabuhan Internasional Tanjung Berakit, Kecamatan Teluk Sebong. Hal itu guna percepatan operasi pelabuhan dan mengantisipasi kedangkalan alur laut, supaya kapal-kapal bisa melintas. Pembangunan breakwater ini mencapai Rp15 miliar.

Kepala Dishub Bintan Yandrinsyah melalui Tim Teknis Bidang Perhubungan Laut M Ali Imron mengatakan, pelabuhan belum dapat dioperasikan karena ada beberapa perbaikan fisik dan alur laut dangkal.

“Sudah kita usulkan pengajuannya untuk 2018. Sebelumya, sudah beberapa kali dikeruk tapi alurnya tetap dangkal karena tertimbun pasir yang terbawa ombak,” ujar Ali di Kantor Dishub Bintan, Rabu (15/3).

Menurut dia, breakwater berfungsi menjaga kedalaman alur laut hingga 10 tahun mendatang, sehingga tak perlu lagi melakukan pengerukan setiap tahun. Apalagi pelabuhan Berakit digadang-gadang segera beroperasi, namun terkendala karena alur laut dangkal. “Akibatnya kapal-kapal besar tidak bisa masuk,” katanya.

Faktor lainnya, kata Ali, saat ini masih ada beberapa prasarana pelabuhan hendak dibangun dan dilengkapi. Seperti X-Ray, kantor karantina hewan dan tumbuhan serta lainnya. “Kita sudah ada desainnya, untuk pembangunan fisik belum tahu siapa yang kerjakan,” ujarnya.

Informasinya, proyek bersumber dari APBN dengan total anggaran Rp52,9 miliar sejak 2010 hingga kini belum beroperasi. Bahkan, untuk memperbaiki kerusakan dan mempercepat masa pengoperasian, pelabuhan yang konon bertaraf internasional tersebut butuh dana sekitar Rp10 miliar.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Tanjunguban Letnan Kolonel Marinir R Gunawan membenarkan kondisi alur laut masih dangkal. Sementara, fasilitas pelabuhan belum tersedia. “Kondisi alur lautnya memang dangkal, sekarang baru proses alur lautnya saja,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com