Sindobatam

Dapatkan berita terbaru

“Mainan yang dimainkan anak-anak kita”: Menteri Luar Negeri Iran tampaknya mengejek Israel dan meremehkan serangan pesawat tak berawak di Isfahan

“Mainan yang dimainkan anak-anak kita”: Menteri Luar Negeri Iran tampaknya mengejek Israel dan meremehkan serangan pesawat tak berawak di Isfahan

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan bahwa senjata yang digunakan dalam serangan pesawat tak berawak di Isfahan di Iran tengah pada Jumat dini hari adalah seperti “mainan anak-anak.”

“Apa yang terjadi tadi malam bukanlah sebuah serangan. Itu lebih seperti mainan yang dimainkan anak-anak kami – bukan drone,” kata Hossein Amir Abdullahian seperti dikutip oleh American Broadcasting Corporation. Berita NBC.

Amir Abdollahian, yang saat ini berada di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri sidang Dewan Keamanan PBB, mengatakan Iran tidak berencana menanggapi serangan tersebut kecuali Israel mengambil langkah penting.

Ia dikutip mengatakan: “Selama tidak ada petualangan baru di pihak Israel yang bertentangan dengan kepentingan kami, kami tidak akan mendapat reaksi baru.”

Amir Abdollahian juga memperingatkan akan adanya respons yang cepat dan keras jika Israel memilih menyerang Iran. Dia menambahkan: “Jika Israel mengambil tindakan tegas terhadap negara saya (dan ini terbukti bagi kami), tanggapan kami akan segera dan semaksimal mungkin dan akan membuat mereka menyesalinya.”

Ketegangan antara Iran dan Israel mencapai tingkat tertinggi tahun ini ketika Israel mengebom gedung konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, pada 1 April. Penggerebekan tersebut mengakibatkan terbunuhnya dua jenderal berpangkat tinggi dan lima perwira Garda Revolusi Iran.

Iran menanggapinya dengan melancarkan serangan militer langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel dengan menggunakan lebih dari 300 rudal dan drone 12 hari kemudian. Tidak ada kerusakan serius karena hampir semua rudal dan drone dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel dan pesawat Amerika, Inggris, dan Yordania.

Amir Abdullahian mengatakan serangan itu adalah sebuah “peringatan.” Dia menambahkan: “Kami bisa saja menyerang Haifa dan Tel Aviv. Kami juga bisa menargetkan semua pelabuhan ekonomi Israel. Tapi garis merah kami bersifat sipil. Kami hanya punya tujuan militer.” Kata menteri.

READ  Bagaimana paspor serbuk sari akan berfungsi untuk perjalanan global
iklan

Israel merespons pada hari Kamis dengan mengebom bandara militer dekat kota Isfahan di Iran tengah. Media Iran tidak mengumumkan adanya korban jiwa, dan mengatakan bahwa fasilitas nuklir di wilayah tersebut tidak rusak.

Mantan pejabat intelijen Israel dan analis regional Avi Melamed mengatakan bahwa serangan terhadap Iran bertujuan untuk menunjukkan pencegahan. “Serangan Israel pagi ini terhadap Iran mewakili kekuatan pencegah, dan mengirimkan pesan yang kuat kepada Teheran bahwa Isfahan dan pusat-pusat nuklir Iran di sekitarnya, serta seluruh negara Iran, berada dalam lingkup serangan balik Israel jika serangan tersebut meningkat. lebih jauh.” ujar Melamed.