Sindobatam

Dapatkan berita terbaru

Pakistan International Airlines meminta pilot dan awak kabin untuk tidak berpuasa selama Ramadhan pada hari kerja  berita Dunia

Pakistan International Airlines meminta pilot dan awak kabin untuk tidak berpuasa selama Ramadhan pada hari kerja berita Dunia

Pakistan International Airlines (PIA), dalam arahan terbarunya, telah meminta pilot dan pramugari untuk tidak berpuasa selama hari kerja di pesawat sepanjang bulan suci Ramadhan. Keputusan ini didasarkan pada saran medis yang menunjukkan bahwa puasa dapat menyebabkan dehidrasi, kelesuan dan masalah tidur bagi seseorang. Administrasi Keselamatan Perusahaan dan Pusat Medis Awak Udara telah mendukung rekomendasi ini dan menyarankan pilot PIA dan awak kabin agar tidak berpuasa saat bertugas.

Pesawat penumpang Pakistan International Airlines (PIA) (Reuters)

“Manajemen puncak PIA, berdasarkan rekomendasi ini, telah mengeluarkan perintah kepatuhan kepada pilot dan awak kabin dengan segera…Rekomendasi tersebut secara khusus menyatakan bahwa ketika seseorang berpuasa, ia menghadapi dehidrasi, rasa malas, dan masalah tidur.” Kata seorang pejabat maskapai penerbangan.

Hindustan Times – Sumber berita terhangat tercepat Anda! Baca sekarang.

Investigasi yang dilakukan oleh Badan Investigasi Pesawat, yang baru-baru ini menyelesaikan penyelidikannya atas jatuhnya pesawat Airbus PIA di dekat Bandara Karachi, mengaitkan kecelakaan itu dengan kesalahan manusia.

Panitia mengidentifikasi kurangnya penilaian yang tepat dari pilot saat pendaratan sebagai penyebab utama kecelakaan tragis yang mengakibatkan kematian 101 orang, termasuk 99 penumpang dalam penerbangan tersebut. Hebatnya, dua penumpang selamat dari cobaan tersebut. Laporan tersebut juga mengaitkan tanggung jawab kepada Otoritas Umum Penerbangan Sipil dan Otoritas Penerbangan Sipil karena tidak memiliki protokol yang jelas mengenai apakah pilot harus berpuasa selama bulan Ramadhan saat bertugas. Manajemen PIA dalam arahannya menyatakan bahwa setiap pilot atau awak pesawat yang berpuasa akan dilarang menaiki pesawat.

Perdana Menteri Pakistan yang baru diangkat Shehbaz Sharif baru-baru ini mengeluarkan keputusan untuk memprivatisasi Pakistan National Airlines yang sedang kesulitan sebelum 15 Juni.

READ  Joe Biden mendukung acara Demokrat dalam jajak pendapat utama AS

Menurut Express Tribune, pada tahun 2022, PIA berada di peringkat ketiga entitas sektor publik yang merugi di negara tersebut, mengalahkan Pakistan. $11,5 miliar per bulan untuk pembayaran utang saja.

(Dengan masukan dari PTI)

Buka dunia manfaat dengan HT! Dari buletin yang bermanfaat hingga peringatan berita real-time dan feed berita yang dipersonalisasi – semuanya ada di sini, hanya dengan sekali klik! – Masuk sekarang! Dapatkan berita dunia terkini serta berita terkini dari India di Hindustan Times.