SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

113 Proyek Batal Dilelang

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:07
  • Dibaca : 121 kali
113 Proyek Batal Dilelang
ilustrasi

PINANG – Sebanyak 113 paket proyek, senilai Rp100 miliar lebih, gagal dilelang tahun ini. Alasannya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 mengalami defisit.

Selain membatalkan proyek, banyak kegiatan lain juga tidak dianggarkan seperti penyesuaian gaji dan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bagi Guru Tidak Tetap (GTT). Kemudian yang masih menjadi sorotan yakni minimnya angaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang mana membutuhkan Rp10 miliar dan hanya diberi Rp2 miliar.

“Paket proyek sebanyak itu terkena efisiensi dan rasionalisasi. Dan untuk sementara ditarik kembali oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang bersangkutan,” Kata Kepala Biro Pelayanan Pengadaan Pemerintah Provinsi Kepri Misbardi di Dompak, Tanjungpinang, Rabu (10/10).

Namun menurutnya, paket proyek yang batal dilelang tersebut, merupakan proyek pendukung dan bukan proyek strategis. Paket proyek tersebut terdiri dari paket proyek pengadaan serta jasa konsultan, yang tersebar di sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Kepri.

“Yang batal lelang itu, tidak ada yang proyek fisik. Namun, sifatnya hanya paket pendukung saja. Misalnya, untuk paket jasa konsultan pengerjaan proyek di tahun 2019 mendatang,” jelasnya.

Mantan Kepala Biro Umum Pemprov Kepri ini juga menegaskan, bahwa, dengan batalnya 113 paket proyek tersebut, sehingga total keseluruhan paket proyek Pemprov Kepri yang dilelang pada tahun 2018 ini hanya sebanyak 300 paket dengan pagu anggaran sebesar Rp1,088 triliun. Pemprov Kepri awalnya telah menargetkan akan melelang proyek di tahun 2018 ini berjumlah 413 paket dengan total pagu sebesar Rp1,1 Triliun.

Ia juga menyebutkan, dari 300 paket proyek Pemprov Kepri tahun 2018 ini. Paket proyek strategis Pemprov Kepri, seluruhnya telah rampung dilelang. Termasuk proyek sterategis salah satunya proyek penataan kawasan tepi laut atau proyek Gurindam 12.

“Walau ada pembatalan lelang proyek, tapi secara keseluruhan untuk paket strategis sudah selesai lelang semua,” ujarnya.

Perlu diketahui tambahnya, dari 300 paket proyek Pemprov Kepri pada tahun 2018 ini. Masih tersisa empat paket proyek dengan pagu anggaran sekitar Rp1 miliar masih dalam proses pelelangan.

“Mudah-mudahan bulan ini selesai semua paket proyek yang belum lelang itu. Apabila bulan ini selesai, maka seluruhnya dapat berjalan sesui rencana untuk paket proyek tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah menanggapi hal ini mengatakan, memang dengan kondisi keuangan daerah yang defisit ini, tentunya berpengaruh langsung terhadap progres yang telah diprogramkan sebelumnya.

“Itu konsekuensi dari keadaan keuangan daerah yang minim saat ini. Sehingga, ada program yang harus ditunda,” katanya.

Namun ia memastikan, bahwa proyek yang gagal dilelang ditahun ini, akan menjadi prioritas bagi DPRD Kepri untuk meloloskan di anggaran APBD tahun depan.

Perlu diingat, bahwa penundaan proyek yang gagal dilelang ini bukan berarti akan dihilangkan, namun itu sifatnya penundaan sementara. Sebab, bila dipaksakan maka akan membebani keuangan daerah ke depannya.

“Kami, DPRD tidak mau ada beban tunda bayar kepada pihak ketiga. Sebab, itu akan membebani keuangan kita ke depannya,” jelasnya.

Ditegaskannya, terkait penundaan 113 proyek ini, karena pemerintah mengutamakan proyek Gurindam 12 itu. Padahal dalam pembahasan, Fraksi PPP dan PKS menolak pembangunan itu dilaksanakan saat ini.

“Kita sudah lantang menyuarakan ini, namun karena kalah suara, akhirnya proyek Gurindam 12 itu tetap dilaksanakan tahun ini dengan kondisi keuangan yang sulit dan ada yang harus dikorbankan,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com