SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

30.037 Butir Ekstasi di Bungkusan Makanan

  • Reporter:
  • Rabu, 15 Januari 2020 | 11:41
  • Dibaca : 134 kali
30.037 Butir Ekstasi di Bungkusan Makanan
Kurir narkoba J (28) penyelundup 30.037 butir ekstasi tertunduk lesu saat ekspose kasus pengungkapan narkoba di Kantor Bea Cukai Tipe B Batam, Batuampar, Selasa (14/1). /IWAN SAHPUTRA

BATUAMPAR – Bea dan Cukai Batam menggagalkan penyelundupan 30.037 butir ekstasi dan 31,7 gram ekstasi di Pelabuhan Feri Internasional Harbour Bay, Kamis (9/1). Barang haram ini disimpan dalam bungkusan makanan untuk mengelabui petugas.

Barang haram ini dibawa pelaku J (28), seorang warga negara Indonesia (WNI) yang baru tiba dari Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia. Pengungkapan ini berdasarkan kecurigaan petugas terhadap pelaku saat baru tiba di pintu kedatangan. Saat melewati pemeriksaan di mesin pemindai (x-ray) petugas Bea Cukai melihat ada benda mencurigakan dari tas milik pelaku.

“Di dalam pelaku banyak bungkusan makanan. Saat diperiksa dan dibuka bungkusan makanan tersebut ditemukan ribuan butir diduga ekstasi,” kata Kepala KPU Bea Cukai Tipe B Batam Susila Brata saat ekspose di Kantor Bea Cukai Tipe B Batam, Batuampar, Selasa (14/1).

Guna penyelidikan lebih lanjut, pelaku dan barang bukti puluhan ribu ekstasi dibawa ke hanggar Bea Cukai Batuampar. Berdasarkan hasil pemeriksaan barang bawaan penumpang terdapat 11 bungkusan makanan yang isinya berupa narkoba jenis ekstasi. Selanjutnya, diuji Narcotic Idetification Kits (NIK), positif ekstasi.

“Selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke Kantor Bea Cukai Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri,” ujarnya.

WNI ini, katanya, baru melakukan aktivitas penyelundupan narkotika dari Malaysia menuju Indonesia pertama kalinya. “Terhadap tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Polda Kepri untuk proses lebih lanjut,” tegasnya.

Wadir Resnarkoba Polda Kepri AKBP M Pardede mengatakan, perbuatan pelaku melanggar Pasal 113 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

Selain itu, pelaku juga melanggar Pasal 102 huruf (e) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 dengan hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 16 tahun.

“Untuk pengembangan sementara masih kami dalami. Dari pengakuan tersangka, ia adalah kurir dari barang tersebut dan barang ini akan dibawa ke Jakarta. Meski demikian, kami masih tetap menindaklanjuti kasus ini,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com