SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bantuan untuk Marida Berdatangan

  • Reporter:
  • Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:59
  • Dibaca : 116 kali
Bantuan untuk Marida Berdatangan
Asisten II Pemkab Lingga Iyus Rizal menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Marida yang diterima ibunya, Rosmiati, Selasa (15/10). /JAMARIKEN TAMBUNAN

LINGGA – Bantuan untuk Marida, pemulung yang megalami kehilangan penglihatan dan gatal di sekujur tubuh, mulai berdatangan. Kini ia sudah dirawat di rumah sakit.

Beberapa bantuan berupa uang sudah diresahkan oleh sejumlah kelompok, pegawai Pemkab Lingga, mahasiswa, hingga karang taruna. Bantuan itu diserahkan Asisten II Pemkab Lingga Iyus Rizal dampingi Camat Singkep dan Lurah Dabo Lama dan Kabid Perda Pol PP Febrizal Taupik beserta, Karang Taruna kelurahan Dabo Lama.

Adapun jumlah Bantuan sosial tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai hasil uluran tangan para pegawai Pemkab Lingga, Rp11.426.000. Kemudian bantuan lain dari Karang Taruna dan mahasiswa STIT Lingga yang turun ke jalan, mengumpulkan Rp11.666.000. Sehingga total dana yang terkumpul sebesar Rp23.092.000.

Asisten II Pemkab Lingga Iyus Rizal mengatakan bahwa bantuan ini merupakan kepedulian dari semua pihak, terhadap penyakit yang diderita oleh Marida yang mengalami katarak dan penyakit gatal- gatal yang dideritannya. “Intinya kita ingin meringankan beban biaya pengobatan dari Marida. Dengan harapan Marida bisa lekas sembuh,” kata Yusrizal, Selasa (15/10)

Yusrizal menyampaikan bahwa Marida rencananya akan dibawa ke Tanjungpinang pada hari ini, Rabu (16/10). Mengingat dokter spesialis kulit dan mata tidak ada di Kabupaten Lingga.

“Maka Marida akan kita bawa ke Tanjungpinang untuk dilakukan perawatan intensif. Intinya kita fokus pada kesembuhan matanya terlebih dahulu sehingga bisa kembali melihat,” ujar Yusrizal.

Sebelumnya, Marida, perempuan berusia 30 tahun itu menceritakan, rasa sakit yang ia alami itu berawal dari membersihkan kardus hasil memulung. Sejak itu, penglihatannya mulai berkurang, dan rasa gatal mulai ia alami.

“Saat membersihkan kardus ada benda yang masuk ke mata, ketika dicuci terasa pedih. Dan pandangan mulai kabur badan pun mulai gatal-gatal,” katanya.

Meski sempat dirawat di RSUD Dabo dengan menggunakan BPJS, dan mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit yang ada di Tanjungpinang, namun keluarga Marida hanya bisa pasrah, saat itu, dan tanpa bisa berbuat banyak dan lebih memilih untuk dirawat di rumahnya saja.

Bukan tanpa alasan, kondisi perekonomiannya yang membuat keluarga Marida tak sanggup ke Tanjungpinang. Ditambah lagi Rosmiati, ibu kandung Marida, tidak bisa setiap hari menjaganya di rumah sakit karena harus mencari kardus bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Anak saya ini masuk rumah sakit awal Januari 2019 lalu dan sudah dibuatkan surat rujukan. Namun karena tidak ada biaya maka tidak jadi dibawa ke Tanjungpinang. Terlebih lagi kalau saya tidak bekerja siapa lagi yang mau kasi saya dan anak saya makan,” kata Rosmiati.

jamariken tambunan

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com