SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Banyak Prestasi, Misbahuddin Dipercaya Nahkodai Lapas Batam

  • Reporter:
  • Kamis, 23 Januari 2020 | 14:41
  • Dibaca : 153 kali
Banyak Prestasi, Misbahuddin Dipercaya Nahkodai Lapas Batam

BINTAN – Setelah genap 3 (tiga) tahun lamanya menjabat sebagai Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang, Misbahuddin secara resmi melepas jabatan sebagai orang nomor satu di lapas khusus Narkotika tersebut setelah mendapatkan promosi jabatan dan dipercaya mengeban tugas yang baru sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Barelang, Batam.

Tongkat estafet kepemimpinan di Lapas Narkotika yang merupakan satu-satunya lapas khusus untuk Narkotika yang berada di wilayah Provinsi Kepri itu dilanjutkan oleh Wahyu Prasetyo yang merupakan mantan Kalapas Kelas llA di Bau-Bau Sulawesi Tenggara.

Pelepasan jabatan itu ditandai dengan digelarnya acara pisah sambut untuk pejabat lama dan pejabat baru dengan mengundang para pimpinan instansi dan mitra kerja terkait, para tamu undangan, para pegawai kanwil  kemenkumham dan pegawai lapas serta para awak media yang menggeluti peliputan di bidang pemasyarakatan, yang digelar di Lapangan Olah Raga, Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, di Kampung Banjar Lama, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintam, Rabu (22/1).

Misbahuddin dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua pihak terkait baik itu dari tingkat pimpinan, bawahan dan para mitra kerja, stakeholder terkait atas koordinasi yang baik serta sinergi dan dukungan yang diberikan hingga dirinya sukses memimpin dan menahkodai lapas narkotika dengan meraih berbagai prestasi. Ia juga mengucapkan selamat kepada pejabat baru, Wahyu Prasetyo yang nantinya meneruskan berbagai program pembinaan yang selama ini sudah digagasnya dan sudah berjalan dengan baik.

“Saya ucapkan selamat kepada pak Wahyu, semoga lapas narkotika kelas llA Tanjungpinang semakin lebih baik lagi di tangan beliau,” ujar ujar pria penggemar motor Vespa itu. Kepala Lapas Narkotika Kelas llA Tanjungpinang yang baru, Wahyu Prasetyo menuturkan, bahwa akan meneruskan kinerja dan program yang telah dilaksanakan oleh Kalapas sebelumnya. Dibanding dengan kondisi beberapa waktu dulu saat dirinya pernah bertugas di Tanjungpinang, perkembangan dan kemajuan lapas ini begitu pesat.

“Saya lihat sudah luar biasa kemajuan-kemajuan sampai saat di Lapas Narkotika Tanjungpinang. Intinya, bila masih ada yang belum sempurna kita sempurnakan. Tentu yg menjadi PR saya dan juga PR kita bersama adalah pemberantasan narkotika, baik pemcegahannya dan penaggulanggannya. Untuk itumohon dukungan semua pihak dan stakeholder terkiat, kepada seluruh penegak hukum dan masyarakat yang ada di Kepri, khususnya di Tanjungpinang dan Bintan untuk bisa bersama-sama melakukan pencegahan,” ujarnya.

 

Di akhir acara pisah sambut, pihak petugas Peaai dan sipir dari Lapas Narkotika Tanjungpinang menggelar menggelar prosesi pedang pora saat keluar dari gedung Lapas sekaligus memberangkatkan Misbahuddin ke tempat tugas yang baru di Lapas Kelas IIA Barelang, Batam.

Dirikan Pondok Pesantren untuk Napi

Menduduki jabatan sebagai seorang Kepala di sebuah instansi pemerintahan yang masa periodenya terbilang lama seperti yang dialami oleh Misbahuddin, ternyata berdampak positif bagi kemajuan Lapas Narkotika Kelas II Tanjungpinang yang berlokasi di Km 18, Kecamatan Gunung Kijang Bintan. Pasalnya hampir semua program pembinaan baik program terpusat dari pimpinan dan juga program terobosan yang ia canangkan sendiri dengan berbagai inovasi berjalan baik dan lancar.

Awal dilantaik menjadi Kalapas Narkotika Kelas IIA, Tanjungpinang di bulan Januari tahun 2017 lalu, pria yang akrab di sapa Misbah ini langsung tancap gas melakukan pembenahan internal dan eksternal. Diawali dengan pemupukan mental dan spritual serta peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) para pegawai lapas (sipir) agar menjadi pribadi yang berintegritas terus dilakukan pria kelahiran Kijang, Bintan Timur ini. Menghabiskan waktu lebih banyak di kantor ketimbang di rumah, menjadikan Misbah mengenal setiap sudut bangunan dan setiap watak para warga binaan yang ada di Lapas Narkotika.
“Negara tidak bisa kalah, untuk itu kami sebagai parat negara harus menjalankan tugas sebaik-baiknya. Mereka (Napi) hanya tersesat, dan belum terlambat untuk bertoban. Sehingga dalam pembinaan yang kami lakukan di sini dengan memanusiakan mereka,” ujar Misbah di sela perbincangannya dengan Koran Sindo.
Selama tiga tahun menjabat, berbagai kemajuan yang pesat begitu tampak terlihat di Lapas Narkotika Tanjungpinang, yang merupakan satu-satunya lapas narkotika di wilayah Kepri. Lapas Narkotika Tanjungpinang, menjadi salah atu lapas dengan pengamanan yang begitu ketat terkusus bagi para pengunjung yang akan membesuk para tahanan. Dijaman kepemimpinan Misbah ini pula, dibuat pemisahan dinding kaca antara tahanan dan penungjung saat jam besuk, guna menghindari praktek penyelundupan oleh para tamu kepada lapas. Tidak itu aja, di era kepemimpinan MIsbah, Lapas Narkotika  kelas II A Tanjungpinang mendapatkan alat sensor x ray canggih dan modern yang kualitasnya menyerupai alat sensor barang x-ray yang ada di bandara, sehingga beerbagai barang jenis apapun yang dibawa oleh pengunjung ke dalam lapas, akan terdeteksi.
“Ini satu-satunya lapas di Kepri yang memiliki alat X Ray. Kualitasnya sama dengan alat X Ray di Bandara, berbagai pembenahan terus kita ;lakukan agar Lapas ini bebas dari peredaran narktika dan bebas pungli,” ujar Mishbahuddin kepada Koran Sindo pada waktu itu, saat awal pertama mengoperasikan mesin x ray tersebut.

Program pembinaan yang religius dan humanis kepada para warga binaan yang dilakukan oleh secara konsisten oleh pria jebolan Akademi Kedinasan AKIP Kemenkumham Jakarta 1994 itu pun kerap di ganjar penghargaan, bahkan mendapatkan penghargaan langsung dari Menkumham RI sebagai Unit Pelaksanaan Teknis Berbasis HAM.

Salah satu program pembinaan yang ditelurkan oleh Misbah yang begitu berdampak pada pembentukan prilaku warga binaan yang selama tiga tahun di masa kepemimpinannya tidak ada terjadi gejolak sebagaimana yang marak terjadi di lapas dan rutan di wilayah lain, yakni dengan didirikannya Pondok Pesantren oleh Misbahuddin yang diberi nama Pondok Pesantren Daaruth-Taubah yang juga memiliki blok tersendiri yang disebut dengan blok Santri.
Sama seperti pesantren pada umunya, pesantren yang didirikan di Lapas Narkotika itu, depenuhi degan berbagai kegiatan keagamaan kerohanian bagi para warga binaan yang beragama Islam. Kegiatan kerohanian yang rutin dilakukan diantaranya sholat berjemaah yang mendatangkan para Ustadz dari berbagai daerah untuk mengisi tauziah. Di pondok pesanteren ini para warga binaan yang merupakan anggota pesantren rutin menjalankan Ibadah Puasa Sunnah Senin- Kamis, yang kemudian disertai dengan kegiatan buka Puasa bersama Puasa  sunnah Senin – Kamis dan dilanjut dengan Pengajian Yasinan.

“Banyak yang termotivasi untuk bisa menjadi anggota pondok pesantren ini, namun kapasitas kan terbatas, jika sduah ada yang bebas, maka warga binaan lain bisa masuk ke pondok santri, yang penting prilaku dan penilaian selama menjalani pembinaan diikuti dengan baik,” ujar pendiri Pesantren yang kini menjadi Kalapas Kelas IIA Barelang, Batam. (Novel M Sinaga)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com