SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bersantai dalam Nuansa Toko Mainan di Rubeka Kafe

  • Reporter:
  • Selasa, 4 Juli 2017 | 08:10
  • Dibaca : 322 kali
Bersantai dalam Nuansa Toko Mainan di Rubeka Kafe

Berada di Superblock Imperium B25-B26, Baloi, kafe Rubeka hadirkan nuansa toko aneka rupa bagi para pengunjungnya. Beragam mainan, kacamata, frame foto, pakaian, topeng, peralatan elektronik, miniatur mobil, menemani santai anda sembari menikmati hidangan.

Meski harus sedikit masuk ke dalam Kawasan Imperium, kafe ini tak sulit untuk ditemukan. Di luar kafe, terpampang tulisan “Rubeka Cafe” yang melekat pada papan besar berwarna cokelat.

Kafe ini memang terlihat biasa saja di luar. Hanya ada papan nama besar, serta interior panel seperti biasanya. Namun, jangan terkecoh dengan tampilan ini.

Nuansa berbeda akan mulai dirasakan sejak depan pintu masuk kafe. Dibuat menggunakan kayu bekas, pintu ini hadirkan sensasi lain bagi yang pertama kali datang. Bahkan bisa timbulkan sedikit rasa bingung.

Suasana terasa seolah-olah sedang mengunjungi toko mainan anak-anak. Rak-rak berdiri tegap, diisi mainan mulai dari bola, boneka, raket, ember, topi sulap, sekop mainan, dan puluhan ragam mainan.

Yang membedakan, jika toko mainan hanya ada rak mainan. Maka di Rubeka, akan ditemui kursi-kursi nyaman untuk duduk santai dalam waktu lama.

Kursi-kursi ini dijadikan tempat nongkrong oleh profesional, mahasiswa hingga pelajar untuk sekadar mengerjakan tugas atau nongkrong bersama relasi kerja.

Founder Kafe Rubeka Ron Fabro, mengaku tidak memiliki konsep khusus dari kafe ataupun toko yang dimilikinya ini. “Ngak ada konsep dari awal. Kami ya jalan aja sih,” ujarnya. Kamis (9/2).

Kafe ini juga terbilang unik, meski konsep yang ditawarkan belum jelas. Namun sentuhan retro, industrial, home, minimalis membuatnya berbeda jauh dengan kafe pada umumnya.

“Konsep apa aja, yang penting orang nyaman kaya di rumah gitu,” kata pria berkacamata ini.

Di pintu masuk sebelah kiri, terdapat sepasang kursi pantai berwarna warni pelangi. Kursi tersebut, dipasangkan dengan meja kecil dan papan catur di atasnya.
Pengunjung yang ingin bermain catur tidak perlu repot-repot membawa perlengkapan. Tinggal main, sambil makan dan minum.

Untuk menambah kesan santai di sudut ini, kursi diberikan alas menggunakan rumputan hijau dengan lebar melebihi ukuran kursi.

Tempat duduk yang ada tidak terlalu banyak, yakni 50 kapasitas saja. Tata letak kursi juga tidak seperti kafe pada umumnya. Jika pengunjung ingin berpindah tempat, maka harus melewati rak-rak yang berisi mainan terlebih dahulu.

Kursi yang digunakan pun tak semuanya sama. Ada terbuat dari kayu panel, ada hanya kayu yang sengaja diletakkan pada atas kotak, dan ada juga sofa.

“Apa yang dapat itu yang kami gunakan, jadi emang ngak harus seragam kursinya gitu,” ujarnya.

Kafe yang belum genap berusia setahun ini, mulanya hanya toko aneka permainan, pernak pernik dan pakaian. Namun, setelah seminggu kemudian muncul ide menyelipkan tempat ngopi di dalam toko.

“Bedanya cuma seminggu aja, dipikir-pikir orang beli terus bisa lama-lama kayaknya seru,” kata pria yang hobi mengoleksi aneka barang ini.

Interior yang digunakan Rubeka, tidak ada yang baru. Sesuai nama, yakni Rubeka singkatan dari Rumah Barang Bekas. Ron menggunakan interior dari barang bekas layak pakai dan diperbaiki kembali. “Barang lama jadi bagus dengan fungsi seperti baru,” ujarnya.

Selain itu, Ron sang founder juga memiliki ide kreatif lainnya. Ia menggunakan gantungan lukisan untuk menghalangi panas. Tidak seperti kafe lainnya.

Boleh dibilang kafe ini anti mainstream. Meski belum genap setahun, kafe ini telah berkali-kali mengubah gaya atau ornamen yang digunakan.

“Kami ngak monoton gitu-gitu aja,” katanya sambil tertawa.

Kafe yang nyatu dengan toko ini juga memiliki room vip. Bagi yang melakukan reservasi atau belanja Rp500 ribu dapat menggunakan ruangan itu.

“Ada vip lebih privasi, dulunya buka tanpa ada minimal tapi sekarang ngak lagi,” ujarnya.

Kafe dengan seluruh ruangan dilarang merokok ini juga memiliki daya tarik lain. Tak hanya aneka pernak pernik yang bikin tebelalak mata, namun suasana serta pelayanan yang ramah membuat anda betah berlama-lama.

reni santika

Jual Semua Barang di Kafe
Bukan sedang menggelar penggalangan dana atau semacamnya, kafe Rubeka juga menjual semua yang ada di dalam kafe termasuk kursi, meja, bahkan hingga gelas dan piring.

Barang-barang yang dikumpulkan Ron sejak 7 bulan lalu, merupakan barang bekas layak pakai, kemudian didaur ulang hingga tampak seperti baru kembali.

“Kami ini toko jadi semuanya di jual termasuk barang-barang kafe,” jelasnya.

Harga yang ditawarkan pun terjangkau. Toko yang dipenuhi dengan berbagai macam barang ini tidak memiliki pengamanan ketat. Sang pemilik tempat percaya, mereka yang datang kemari adalah orang-orang baik.

“Ngak ada pengawasan ketat sih meski barangnya sebanyak ini, saya percaya sama customer saya aja,” ujarnya.

reni santika

Gunakan Sistem Fast Food
Jika biasanya pengujung saat menemukan meja pas, pelayan datang menanyakan makanan atau minuman apa yang dipesan sambil menunjukkan buku menu.

Di Rubeka kafe tidak seperti itu. Kafe ini tak memiliki buku menu bahkan pelayan yang menghampiri pengunjung juga tidak ada.

Pengunjung yang datang, jika ingin memesan makanan atau minuman langsung ke bar karena menu dan pelayan yang menyiapkan pesanan berada di bar.

“Kami memang ngak ada pelayannya, jadi siapa yang mau pesan langsung ke bar aja,” ujarnya.

Meski begitu, Rubeka kafe menggunakan cara pembayaran berbeda seperti kafe lain, yakni layaknya fast food, order kemudian bayar dan mendapat langsung menu pesanannya.

“Pesan, bayar gitu sistem kami. Karena tempat ini memang seperti dibilang tadi tak punya pengamanan makanya diterapkan sistem seperti ini,” ujarnya.
reni santika

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com