SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BP Batam Matikan Sistem Online, Antisipasi Serangan Virus WannaCry

BP Batam Matikan Sistem Online, Antisipasi Serangan Virus WannaCry
Pelayanan Tiga Jam BP Batam. Foto Teguh Prihatna.

BATAM – Serangan virus WannaCry melumpuhkan sistem komputer di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Di Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiasatinya dengan mematikan sistem online untuk sementara waktu dan Pemko Batam membuat data cadangan.

===
Deputi Bidang Pelayanan BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengantisipasi serangan virus yang sudah menyasar jaringan sistem di tanah air tersebut. BP Batam melalui Pusat Data Sistem Informasi (PDSI) juga melakukan perlindungan dini terhadap data-data dan sumber daya penting lainnya.

“Kami memang sedang concern (perhatian) sekali dengan serangan virus tersebut. Upaya pencegahan sudah kami lakukan melalui koordinasi dengan Kemenkominfo,” katanya, Senin (15/5).

Teror WannaCry menyasar sistem server dan operasi Windows 8 ke bawah yang belum melakukan update terbaru. Semua komputer yang tersambung ke internet, termasuk komputer yang berada pada jaringan yang sama, memiliki potensi terinfeksi WannaCry.

Malware ini bekerja dengan mengunci (mengenkripsi) semua file, sehingga tak bisa diakses kembali. Selanjutnya mereka akan menuntut uang tebusan kepada para pengguna jika ingin file tersebut dipulihkan.

Gusmardi menjelaskan, serangan virus apapun bisa mengancam dan melumpuhkan pelayanan BP Batam, terutama yang berbasis online. Sehingga pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan dan menempatkan keamanan sebagai prioritas.

Sampai sekarang, belum ada kendala pelayanan di BP Batam, termasuk pelayanan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Masyarakat tetap bisa mengurus perizinan seperti biasa, karena PDSI BP Batam sudah berkerja sesuai arahan Kemenkominfo.

“Pelayanan masih aman dan berjalan seperti biasa. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andi Antono mengatakan, selain berkoordinasi dengan Kominfo, PDSI BP Batam juga meningkatkan pembaharuan sistem keamanan di semua jaringan. Pihaknya juga tidak menghidupkan komputer berbasis windows untuk sementara waktu dan mematikan wifi.

“Pelayanan yang menggunakan sistem online juga dihentikan sementara dan dilakukan secara manual. Namun, pelayanan tidak terganggu dan masih berjalan seperti biasa, hanya sistemnya saja yang berbeda,” katanya.

Antisipasi juga dilakukan Pemko Batam dengan menyalin data-data komputer dan menyimpannya ke dalam data cadangan. Menurut Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, proses tersebut sudah pernah dilakukan Pemko Batam untuk mengurangi risiko serangan malware.

“Ini pernah terjadi di Dispenda (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah), sehingga perlu backup data. Sehingga data tersebut dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan atau kehilangan,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Salim menambahkan, sejauh ini serangan siber belum menyasar ke jaringan komputer Pemko Batam. Peretasan pernah dialami laman media centre dan Pemko Batam baru-baru ini, tapi bisa dikendalikan.

“Meski demikian, kami tetap waspada. Tapi tak sampai membuat tim khusus penanganan serangan siber, cukup di internal saja (Dinas Kominfo),” ujarnya.

ahmad rohmadi/fadhil

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com