SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BPGN Dorong Perda Batu

  • Reporter:
  • Kamis, 27 Desember 2018 | 13:40
  • Dibaca : 181 kali
BPGN Dorong Perda Batu
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal bersama Kepala Disbudpar Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi usai menerima piagam geopark di Jakarta, beberapa waktu lalu. f istimewa

NATUNA – Kepala Badan Pengelola Geopark Natuna (BPGN) Izwar Asfawi mengatakan, pihaknya tengah mendorong terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) tentang bebatuan Natuna. Hal ini dinilainya penting untuk menjaga kelestarian bebatuan yang menjadi modal dasar Natuna mencapai status Geopark Global dari UNESCO.

“Kami telah disarankan oleh petinggi UNESCO agar bebatuan ini dilindungi dengan perangkat yang lengkap. Maka kami mencoba memulai upaya ini dari dasar hukumnya dulu. Kami ingin ada Perda yang mengatur tentang batu ini,” kata Izwar di Site Gropark Batu Kasah, kemarin.

Upaya pembentukan Perda, kata dia, dimulai dengan mengumpulkan data dan informasi yang berkenaan dengan bebatuan sebagai bahan acuan dalam penyusunan rancangannya. “Untuk tataran selanjutnya kita perlu data dan informasi. Mungkin kami akan melibatkan ahli dalam upaya ini,” katanya.

Selain perangkat hukum, lanjutnya, upaya melindungi bebatuan itu juga perlu ditopang oleh perangkat-perangkat lainnya seperti Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah desa, sarana dan lain sebagainya sehingga kelestarian bebatuan tersebut terjamin dengan maksimal.

“Cuma perangkat lain tidak akan bisa berfungsi maksimal kalau legal standingnya belum ada. Maka kita perlu Perda itu,” jelasnya.

Ia mengapresiasi kemurahan hati pihak UNESCO yang telah banyak memberikan saran kepada BPGN dalam upaya memperjuangkan Natuna sebagai geopark global.

“Kami juga mengapresiasi semangat dan inisiatif masyarakat yang telah bekerja keras menjaga batu-batu ini dengan cara mengeksploitasinya sebagai kawasan wisata hingga batunya tetap terjaga,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Global Geopark Network UNESCO, Guy Martini berkunjung ke Natuna selama dua hari. Kedatangannya untuk melakukan telaah awal terhadap sejumlah site geopark Natuna.

Rombongan UNESCO tersebut dijadwalkan akan berkunjung ke sembilan site geopark yang ada di Natuna. Di antaranya, Site Geopark Jelita Sejuba, Mangruve Semitan, Tanjung Datuk, Alife Stone, Senubing, Batu Kasah, Pulau Akar dan Teluk Depeh serta Selat Lampa.

Kedatanganya disambut oleh Ketua Badan Pengelola Geopark Natuna (BPGN) Izwar Asyfawi dan sejumlah anggotanya. Dari Bandara Natuna mereka langsung menuju Site Geopark Natuna yang sudah disiapkan.

Di hari pertama kunjungannya, Martini langsung meninjau empat site geopark yakni Site Jelita Sejuba, Mangruve Semitan, Tanjung Datuk dan Alife Stone dan meresmikan Site Geopark Jelita Sejuba.

“Alam anda indah, kebudayaan anda mempesona. Tinggal dikelola dan dimenej  dengan baik agar bisa menjadi geopark global. Terima kasih atas sambutan hangatnya,” kata Martini pada acara Jamuan Makan Siang di Site Jelita Sejuba Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur, kemarin.

Ia mengatakan, tujuannya ke Natuna yakni untuk melakukan kajian awal dengan mengobservasi site-site yang ada sebagai langkah awal pembentukan sebuah geopark.

“Kami ingin melihat alam Natuna secara langsung untuk mengumpulkan informasi dan data sebagai keperluan tindakan assessment selanjutnya. Kami akan mendatangi, mengamati dan meresmikan sejumlah site selama di Natuna,” kata Pria yang juga berprofesi sebagai Assessor Geopark UNESCO itu.

Selama di Natuna, Martini meresmikan tiga site geopark yakni Site Geopark Jelita Sejuba, Site Geopark Batu Kasah dan Site Geopark Pulau Akar, Kecamatan Bunguran Selatan.

“Site yang sudah ada manajemen pengelolaannya kami resmikan sebagai site geopark. Dan kami berharap site-site lainnya dapat segera dikelola agar dapat diresmikan,” katanya. sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com