SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bupati Anambas Tolak Terbitkan Rekomendasi PNS Pindah Tugas

  • Reporter:
  • Rabu, 14 Juni 2017 | 13:28
  • Dibaca : 220 kali
Bupati Anambas Tolak Terbitkan Rekomendasi PNS Pindah Tugas
Seorang PNS Pemkab Anambas melintas dengan menggunakkan sepeda motor di Palmatak, belum lama ini. Pemkab menghadapi gelombang PNS yang meminta pindah tugas ke daerah lain. JOKO SULISTYO

ANAMBAS – Bupati Anambas Abdul Haris masih punya pekerjaan berat untuk menyatukan semangat pegawai negeri sipil (PNS) demi kepentingan kabupaten ini. Tidak sedikit pegawai yang masih meminta pindah ke kabupaten lain setelah ratusan pegawai telah pindah sepanjang tahun lalu.

Fenomena ini muncul sejak beberapa tahun terakhir sekaligus membuktikkan rendahnya komitmen PNS untuk Anambas. Sejak tahun lalu PNS Anambas ramai-ramai pindah dinas ke pemerintahan daerah lain padahal diterima menjadi PNS di kabupaten ini.

Pengajuan pindah tugas itu kembali berlanjut tahun ini. Sejumlah PNS bahkan sampai mendatangi Bupati Anambas Abdul Haris dengan memelas meminta rekomendasi pindah dari Bupati. Padahal pemkab membutuhkan banyak tenaga untuk menjalankan program pembangunan.

Fenomena pindah tugas ini juga membuktikkan praktik yang memanfaatkan penerimaan di Anambas untuk menjadi PNS, tapi kemudian pindah tugas ke daerah lain.

Haris mengungkapkan rekomendasi pindah hanya bisa diberikan bila PNS yang bersangkutan sudah memiliki masa bakti selama 5 tahun. Kebijakan itu sesuai dengan surat perjanjian ketika mereka diterima menjadi PNS Pemkab Anambas.

“Ada yang datang meminta pindah dari sini, tapi saya masih butuh tenaga mereka. Berat kami berikan rekomendasi,” ujar Haris, belum lama ini.

Haris tegas tidak akan memberikan izin pindah PNS tersebut. Sebab jika diberikan maka PNS lain akan ikut mengajukan surat pindah untuk meninggalkan Anambas.

“Saya tidak akan berikan rekomendasi atau persetujuan pindah apalagi belum mencapai 5 tahun mengabdi di sini. Kami juga masih kekurangan tenaga dan perlu pertimbangan yang kuat dalam memberikan rekomendasi pindah,” papar Haris.

Sementara, salah satu anggota Komisi I DPRD Anambas, Firman Edy menyayangkan jika masih ada PNS yang ingin mengajukan pindah, apalagi dengan kondisi Pemkab Anambas yang tengah kekurangan pegawai.

“Kita sama-sama tahu kalau sekarang masih kekurangan pegawai. Pemerintah jangan asal memberikan rekomendasi pindah,” ujar dia.

Sedangkan salah satu pegawai yang mengajukan pindah mengatakan, Pemkab Anambas sebelumnya banyak memberikan rekomendasi pindah terhadap pegawai yang belum memiliki masa bakti 5 tahun.

Salah satu pegawai mantan sekda Anambas saat itu baru masuk menjadi pegawai sudah pindah ke daerah lain. Hal ini tentunya ada tebang pilih terhadap pegawai dalam memberikan rekomendasi pindah.

“Saya mengajukan pindah karena pegawai yang seangkatan dengan saya sudah banyak yang pindah. Memang belum sampai 5 tahun masa bakti, tapi karena melihat pegawai lain bisa pindah, kenapa saya tidak. Kita sama-sama memiliki hak yang sama. Kalau memang dari awal tidak bisa sebelum lima tahun, saya juga tidak mengajukan pindah,” ujar dia.

Berdasarkan catatan KORAN SINDO BATAM, ratusan PNS Pemkab Anambas telah pindah kerja ke kabupaten lain. Mereka mendapat persetujuan pindah semasa kepemimpinan mantan Bupati Tengku Mukhtaruddin.

Mereka pindah bersamaan dengan mundurnya Tengku Mukhtaruddin. Data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Anambas menunjukkan ada 128 PNS yang mengajukan rekomendasi pindah. Dari jumlah itu, sebanyak 100 PNS sudah lebih dulu pindah, sisanya menyusul. Mereka yang mengajukan pindah terdiri dari eselon 4, eselon 3, hingga staf.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com