SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Burung Impor Ilegal Melintas dengan Mudah

  • Reporter:
  • Kamis, 16 Mei 2019 | 08:36
  • Dibaca : 490 kali
Burung Impor Ilegal Melintas dengan Mudah

SINDOBATAM РLokasi Batam yang berada di jalur perlintasan strategis ternyata juga dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk mengeruk untung. Salah satunya, dengan menjadikan Batam sebagai area transit satwa impor secara ilegal berupa burung kacer atau kucica kampung (copsychus saularis) dari Malaysia. Bahkan, importir yang tak memiliki dokumen resmi itu diduga dengan mudah memasukkan burung bersuara nyaring dan merdu tersebut ke Batam tanpa harus membayar pajak.

Salah seorang importir burung di Batam sempat mengungkap jika selama ini praktik memasukkan burung kicau secara tak resmi ke wilayah ini mulai marak terjadi dalam kurun beberapa bulan terakhir. Namun, yang dirisaukannya yakni impor satwa secara ilegal ini berpotensi membahayakan. Pasalnya, tak ada pengecekan kesehatan terhadap binatang unggas tersebut sebelum masuk ke Batam.

“Berbeda dengan kami yang punya izin resmi, sebelum dikirim burung-burung itu sudah dicek di sana dan dipastikan sehat. Kalau yang tak resmi, tak ada pengecekan kesehatan, berisiko,” kata dia.

Apalagi, kata dia, burung dari luar negeri berpotensi terjangkit penyakit atau virus mematikan seperti flu burung (H5N1). Jika itu terjadi, maka selain membahayakan unggas lainnya, juga bisa menularkan virus ke manusia sehingga sangat membahayakan.

Pria yang mengaku importir resmi burung kacer dari Malaysia yang mengantongi kelengkapan izin dan dokumen baik dari pusat hingga Badan Pengusahaan (BP) Batam. Bahkan, pihaknya juga memiliki tempat khusus untuk menampung burung-burung tersebut, lengkap dengan pemeriksaan dari dokter hewan sehingga standar kesehatan juga terpenuhi.

Namun, lanjutnya, hal itu tak dimiliki importir tak resmi. Yang membuatnya makin miris, aksi importir ilegal itu nyatanya tetap berjalan. bahkan, kata Andi, para importir ilegal bisa mendapatkan Surat Rekomendasi Kesehatan Hewan yang dikeluarkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batam. Sehingga, burung impor ilegal itu bisa dengan mudah masuk Batam dan bahkan dikirim ke daerah lain di Indonesia.

“Kami herannya, kok bisa dinas itu mengeluarkan rekomendasi, padahal importir ilegal itu pasti tak punya dokumen lengkap. Harusnya rekomendasi itu keluar kalau ada SATDN (Surat Angkut Tumbuhan Satwa Dalam Negeri) yang dikeluarkan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam),” paparnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com