SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dinkes Kepri Edukasi Masyarakat Penggunaan Obat

  • Reporter:
  • Selasa, 10 Juli 2018 | 11:03
  • Dibaca : 114 kali
Dinkes Kepri Edukasi Masyarakat Penggunaan Obat
Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudhyana memaparkan cara penggunaan obat yang rasional kepada kader-kader kesehatan dalam sosialisasi edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat di Hotel Aston Karimun, Senin (9/7). f ricky robianysah

KARIMUN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri Tjetjep Yudhyana meminta masyarakat dapat menggunakan obat yang rasional, atau pasien medapatkan obat yang tepat sesuai dengan sakit yang dideritanya.

Menurut dia, akibat mengkonsumsi obat yang tidak rasional dapat membahayakan tubuh dalam jangka panjang. Mengkonsumsi obat tidak rasional dapat menyebabkan hipertensi, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal.

“Jadi jangan mengkonsumsi obat sembarangan. Dari kegiatan inilah kami sosialisasikan agar masyarakat paham,” ujarnya saat sosialisasi edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat di Hotel Aston Karimun, Senin (9/7/2018).

Ada sebanyak 160 peserta yang terdiri dari kader-kader kesehatan yang ada di masyarakat mengikuti kegiatan ini. Mereka nantinya akan dibina oleh agen of change yang berasal dari tenaga kesehatan dan apoteker.

Tjejep menambahkan, apabila program Gema Cermat dapat dilaksanakan 100 persen, maka tiga tahun mendatang, tidak ada lagi masyarakat Kepri yang melakukan cuci darah. “Melalui kader-kader ini akan dapat memberikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

Penyalahgunaan dalam mengkonsumsi obat- obatan dapat memberikan dampak bahaya, seperti mengalami gagal ginjal. Berdasarkan data Dinkes Kepri, jumlah pasien yang harus menjalani cuci darah rutin terus bertambah secara drastis.

Di tahun 2010 terhitung penderita gagal ginjal di Kepri yang harus melakukan cuci darah sebanyak 85 orang. Sementara di tahun 2018 ini tercatat sebanyak 800 lebih pasien yang harus cuci darah di seluruh rumah sakit yang ada di Kepri.

“Kenaikan terus terjadi di setiap tahunnya. Situasi ini karena ada yang tidak cerdas minum obat,” kata Tjetjep.

Staf Ahli Bidang kemasyrakatan dan Pemberdayaan Manusia Kabupaten Karimun, Usman Ahmad menyampaikan kesehatan masyarakat bukan serta-merta tanggungjawab pemerintah. Namun seluruh pihak, baik swasta, organisasi profesi serta kelembagaan masyarakat harus ikut berperan.

“Semoga gema cermat dapat terus berjalan dengan baik sehingga timbul kesadaran masyarakat dalam menngunakan obat yang benar,” kata Usman. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com